Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat berkolaborasi dengan Komunitas Warga Jaga Jakarta (Komwaja) dan Democare menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati HUT ke-499 Kota Jakarta di Aula Masjid As-Sahara Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (23/6).
Mewakili Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, Kasubkel Kesehatan dan PPAPP Bagian Kesra Setko Jakarta Barat, Endang Tri Rahayu, mengapresiasi kegiatan donor darah yang diinisiasi Komwaja dan Democare. Kegiatan ini sangat penting dalam rangka mendukung PMI DKI Jakarta, khususnya PMI Jakbar dalam ketersediaan darah.
"Kebutuhan 1.200 kantong darah se-DKI Jakarta cukup besar dan butuh dukungan semua pihak agar bisa memenuhi. Karena itu, kami mengapresiasi apa yang dilaksanakan Komwaja, sekaligus dalam rangka memperingati HUT Kota Jakarta," ujarnya.
Oleh karena itu, Endang mengaku telah mendorong PPSU dari kelurahan di sekitar Kantor Pemkot Jakarta Barat dan para ASN di lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Barat untuk berpartisipasi dalam kegiatan. Ia berharap hasil dari kegiatan bisa berkontribusi terhadap ketersediaan stok kantong darah di PMI.
Selain itu, Endang berharap kolaborasi yang terbangun antara Pemkot Jakarta Barat dan berbagai elemen serta stakeholder ke depan semakin erat. Sehingga hasil kolaborasi yang terbangun itu bisa mendukung kesiapan Jakarta menuju kota global di usia ke 500 tahun pada tahun 2027 mendatang.
"Menjelang usia 5 abad, Kami dari Pemkot Jakarta Barat terus berbenah sehingga bisa melayani masyarakat lebih baik," tegasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Komwaja, Anwar Sjani mengatakan, kegiatan donor darah ini sebagai bentuk komitmen sosial Jaga Jakarta agar ketersediaan pasokan kantong darah terjaga. Selain PPSU dan ASN, kegiatan juga diikuti tokoh masyarakat serta warga sekitar.
Selain menggelar donor darah, pihaknya juga mendeklarasi pembentukan Relawan Air Bersih tingkat kota Jakarta Barat. Nantinya, relawan ini akan dibentuk pada 44 kecamatan se-DKI Jakarta.
Secara teknis, relawan ini akan mengampanyekan kepada warga mengenai bahayanya penggunaan air tanah dan memotivasi warga untuk beralih ke air pipanisasi PAM Jaya. Para relawan yang dibentuk itu berisi perwakilan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari Karang Taruna, remaja Masjid, hingga organisasi kepemudaan.
"Kita akan ajak mereka untuk menjadi pelopor dan pionir untuk memahami masalah kebersihan lingkungan, salah satunya masalah air bersih," tambahnya. (why)






