Pemkot Jakarta Barat melalui Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Nakertransgi) dan Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) melakukan monitoring ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg atas gas melon pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kepala Seksi Energi, Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Nakertransgi) Jakbar, Bambang Prayitno mengatakan, kegiatan yang melibatkan Hiswana Migas Jakarta Barat, dan Pertamina dilakukan di wilayah Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat untuk mengecek ketersediaan atau stok LPG 3 Kg saat bulan Ramadan dan jelang Idulfitri.
"Kami monitoring agar jangan sampah kekurangan stok LPG 3 kg di lapangan. Setelah kami tinjau, stok masih mencukupi. Terlebih lagi, terdapat kebijakan dari Pertamina berupa penambahan fakultatif sebesar 100 persen selama bulan Ramadan," ujarnya saat memonitor ketersediaan stok LPG 3 Kg di Kalideres, Rabu (25/2).
Pada salah satu agen LPG 3 Kg di wilayah Pegadungan, lanjut Bambang Prayitno, tersedia banyak LPG 3 Kg dengan rata-rata penyaluran per hari mencapai 1.120 tabung melon atau setara dua truk.
Kemudian agen tersebut menyalurkan pada pangkalan-pangkalan resmi Pertamina dengan Harga Eceran Tertinggi(HET) Rp 16.000/tabung 3 kg atau sesuai dengan Pergub DKI Nomor 4 Tahun 2015 tentang HET LPG 3 Kg.
"Untuk wilayah Kalideres, terdapat sekitar 57 agen LPG 3 Kg. Jika jumlah itu ditambah dengan tambahan fakultatif 100 persen maka saya rasa jumlahnya lebih dari cukup," jelasnya.
Ia berharap, dengan ketersediaan LPG 3 Kg yang lebih dari cukup, masyarakat tidak perlu khawatir dan panik buying saat Ramadan dan jelang perayaan Idulfitri.
"Perlu dicatat bahwa harga di pengecer sudah berada di luar kewenangan kebijakan kami. Kewenangan kami hanya sampai tingkat pangkalan. Oleh karena itu, kami mengimbau warga untuk membeli LPG langsung di pangkalan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Barat, Iqbal Idham Ramid menambahkan, pihaknya turut memonitor ketersediaan LPG 3 Kg, mulai dari agen sampai ke pengecer. Monitoring yang dilakukan berupa penimbangan berat tabung kosong dan isi hingga ketersediaan/stok LPG 3 Kg pada momen HBKN tahun 2026.
"Kami bersama Sudis Nakertransgi turut memonitor ketersediaan LPG bersubsidi sampai ke masyarakat dengan baik. Sehingga tidak ada kelangkaan atau hal-hal lainnya pada masa Ramadan dan Idul Fitri," jelasnya. (why)





