Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, melakukan peninjauan ke Bendungan Polor, Kali Angke, Kelurahan Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan untuk menelusuri pemicu genangan di kawasan persimpangan kolong Tol Kembangan.
Pada peninjauannya, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah didampingi Asisten Ekbang, Imron Sahrin, Camat Kembangan Joko Suparno, Plt Kasudis SDA Jakbar, Mustajab, Lurah Kembangan Selatan, Reza Febryan dan pihak dari perbatasan Kota Tangerang, diwakilkan Lurah Petir, Budi Wasono.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah mengatakan, kunjungan ini difokuskan pada pemantauan aliran Kali Angke dan koordinasi pembangunan infrastruktur di kawasan Bendungan Polor. Lantaran letaknya yang berbatasan langsung dengan wilayah Kota Tanggerang, dibutuhkan kerja sama kolektif antara Pemerintah Kota Jakarta Barat dan Pemerintah Kota Tangerang agar dapat mengatasi persoalan genangan di kawasan Kembangan.
"Masalah geografis di perbatasan membuat kita saling bergantung. Karena itu, penanganan banjir harus diselesaikan secara komprehensif dari hulu ke hilir dengan melibatkan seluruh pihak, mulai dari Dinas SDA hingga BUMD terkait," katanya disela-sela peninjauan, Rabu (6/5).
Karena itu, Iin berencana melakukan koordinasi lebih intensif dengan Pemerintah Kota Tanggerang. Dengan begitu, Ia berharap pembahasan isu krusial mengatasi genangan seperti sampah dan infrastruktur hingga urusan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bisa dicarikan solusi terbaik.
Dikatakan Iin, selain dalam rangka memantau debit air, fokus utama koordinasi adalah untuk pembersihan sampah yaitu menangani tumpukan sampah yang menghambat aliran kali di wilayah perbatasan. Kemudian sinkronisasi proyek dengan memastikan program pembangunan antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Tangerang berjalan selaras.
Selain itu, Iin juga mengimbau warga untuk turut ambil bagian dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, infrastruktur hebat sekalipun tidak akan maksimal tanpa partisipasi masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
"Kami mohon warga tidak membuang sampah ke aliran kali. Kelancaran arus air adalah tanggung jawab kita bersama," tegasnya.
Di tempat yang sama, Plt Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Mustajab menjelaskan, monitoring ini merupakan tindaklanjut dari penelusuran pemicu genangan di kawasan persimpangan Kembangan yang dipicu luapan Kali Angke. Meski telah diputuskan untuk melakukan pembangunan saluran menuju Kali Angke, namun untuk sementara waktu dibutuhkan penanganan darurat.
Diakuinya, aksi penyedotan menggunakan mobil tangki dan pompa apung yang dilakuan seperti Selasa (5/5) kemarin membutuhkan waktu sehingga genangan lambat surut. Karena itu, pihaknya bersama Wali Kota Jakarta Barat terus berupaya mencari solusi darurat sebelum pembangunan saluran baru terealisasi.
"Solusinya, Wali Kota merencanakan akan melakukan gerebek sampah di hilir saluran ke Kali Angke di akhir pekan ini," tandasnya. (Hfz)






