Lurah Jelambar, Pradista Machdala Putra, memimpin mediasi antara pihak kelurahan, vendor pelaksana proyek, dan pemilik Hotel Puri Maju terkait rencana pembangunan Flyover Latumenten di Jalan Prof. Dr. Latumenten III, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (10/7).
Pertemuan tersebut digelar sebagai upaya menjembatani aspirasi masyarakat dan pelaku usaha yang menyampaikan keberatan terhadap rencana pembangunan infrastruktur tersebut.
Mengenai pemilik hotel khawatir bahwa keberadaan flyover berpotensi mengurangi arus kendaraan yang melintas di jalan arteri, sehingga dapat berdampak terhadap tingkat kunjungan pelanggan dan pendapatan usaha.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan sejumlah pelaku UMKM di sekitar lokasi yang menggantungkan aktivitas usahanya pada lalu lintas kendaraan di kawasan Latumenten.
Menanggapi leluhan tersebut, Humas Vendor Latumenten, Naufal, mengatakan seluruh kendaraan nantinya akan diarahkan melintasi flyover sesuai dengan perencanaan teknis yang telah disusun.
"Pembangunan flyover merupakan bagian dari upaya meningkatkan kelancaran lalu lintas di koridor Latumenten. Nantinya untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut," katanya sesuai keterangan yang diterima.
Sementara itu, Lurah Jelambar, Pradista Machdala Putra, menjelaskan bahwa mediasi dilakukan untuk membuka ruang dialog antara seluruh pihak agar setiap aspirasi dapat didengar dan dicarikan solusi bersama.
"Setiap pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan bersama-sama mencari solusi terbaik secara damai. Komunikasi yang baik menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat dan pelaku usaha," ujar Pradista.
Hingga akhir mediasi, seluruh pihak sepakat melanjutkan pembahasan melalui pertemuan berikutnya dengan membuka ruang penyampaian masukan teknis dari para pelaku usaha. Kesepakatan awal tersebut diharapkan menjadi langkah untuk meminimalkan dampak ekonomi selama proses pembangunan sekaligus menjaga kondusivitas wilayah. (Kontri)






