Pemerintah Kota (Pemkot) Admnistrasi Jakarta Barat meminta kepada para lurah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi pemilahan sampah dari sumbernya kepada masyarakat. Sampah yang dipilah meliputi sampah organik, an organik, sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun) serta residu.
"Ada 4 jenis sampah yang dipilah, yakni sampah organik yang bisa diolah menjadi pupuk kompos, sampah an organik, yang dikelola di Bank Sampah, sampah B3 (beracun) dan residu," tutut Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setko Jakarta Barat, Imron Syahrin, pada kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (28/4).
Kegiatan ini dihadiri para lurah, camat, satpel LH, pengurus RW dan penggiat lingkungan, serta pegiat proklim (program kampung iklim) dan Rumah kutub.
Lebih lanjut, Imron Syahrin menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah melakukan upaya mengurangi sampah dari sumbernya, mulai dari penerapan teknologi pengolahan sampah hingga pengolahan sampah secara sederhana, seperti sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan cair, dan penguraian sampah dengan budidaya maggot.
Untuk sampah an organik, seperti botol plastik air mineral, kertas dan besi, dikelola pada bank sampah.
"Seperti pengolahan sampah yang telah dilakukan di kawasan RW 09 Meruya Utara dan RW 04 Kedoya Utara," ujar Imron Syahrin.
Oleh karena itu, Imron Syahrin meminta kepada lurah beserta jajarannya untuk memberikan sosialisasi dan edukasi pemilahan sampah di masyarakat. Karena sampah saat ini menjadi masalah kronis yang membutuhkan upaya penanganan serius.
Berdasarkan informasi, dari 308 armada truk sampah yang dimiliki Sudis Lingkungan Hidup Jakbar, hanya 190 truk yang beroperasi. Sisanya, sebanyak 118 truk sampah lainnya tidak bisa lagi membuang sampah ke Bantar Gebang.
"Saat ini Banter Gebang sudah tak bisa menampung sampah lagi. Oleh karena itu, saya imbau kepada masyarakat untuk bijak mengolah sampah. Karena, 60%-70% sampah rumah tangga berasal Sisa Olahan Dapur (SOD)," tukasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Ahmad Hariadi menjelaskan bahwa Pemkot Jakarta Barat menugaskan kepada para lurah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi pemilahan sampah kepada masing-masing RW.
Sosialisasi pemilahan sampah juga dilakukan tim kerja yang terdiri dari unsur PPSU kelurahan, PJLP Sudis LH dan UKPD terkait, Bidang Pengelolaan Sampah (BPS) RW, pengelola Bank Sampah, hingga kader PKK, dan Dasa Wisma.
"Kami bentuk tim kerja yang berkolaboratif memberikan sosialisasi dan edukasi pemilahan sampah yang dilakukan secara simultan, kepada setiap RW baik secara lisan, tertulis maupung daring (online)," tambahnya.
Untuk sampah non rumah tangga, pihaknya akan memberikan sosialisasi dan edukasi terkait pengolahan sampah pada sumbernya. Pemerintah daerah akan membantu dan bersinergi melalui program kemitraan RW setempat. Sehingga para pelaku usaha tidak akan mengalami kesulitan dalam mengolah sampahnya.
"Pemerintah akan bantu dan sinergi melalui program kemitraan RW setempat sehingga para dunia usaha tidak kesulitan dalam membuang sampah. Artinya, pelaku usaha bisa memilah sampah, kami akan membantu penyalurannya," pungkasnya. (why)






