Lahan seluas 120 meter yang terbengkalai dijadikan areal urban farming yang berlokasi di Jalan Semeru 2, RT 07 RW 7, Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat.
Lurah Grogol, Ady Saputro menjelaskan bahwa pengembangan lahan tak dipakai dilakukan sejak Desember 2025. Sebelumnya, lahan terbengkalai itu kerap dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS) liar dan kumuh.
"Karena ada laporan dari warga, kami tindaklanjuti. Melalui program penataan kawasan, kami mencoba melakukan penataan dengan membangun urban farming," katanya, saat dikonfirmasi, Senin (3/8).
Dikatakan Ady, setelah lahan dibersihkan pihak kelurahan menggandeng jajaran PKK di 10 RW se-Kelurahan Grogol untuk melakukan pengembangan dan perawatan. Hingga saat ini, lahan tersebut telah dimanfaatkan warga untuk menanam berbagai macam tanaman obat dan produktif.
Selain penataan kawasan, Ady mengakui keberadaan urban farming juga menjadi bagian dari edukasi buat warga agar memanfaatkan lahan terbatas untuk bercocok tanam. Sehingga ke depanya warga akan termotivasi untuk mengembangkan urban farming pada lingkungan atau pekarangan rumah mereka.
Selain meningkatkan kualitas hidup, diyakini Ady, kegiatan urban farming memanfaatkan lahan terbatas akan memperkuat ketahanan pangan. Sebab, seperti areal urban farming Kelurahan Grogol, hasil dari tanaman produktif yang dipanen bisa dimanfaatkan warga untuk konsumsi keluarga mereka.
"Program pemerintah tidak akan berjalan optimal jika tidak ada dukungan dari warga. Mudah-mudahan dengan hadirnya urban farming ini, masyarakat bisa lebih termotivasi dan tergerak untuk bersama-sama merawat lingkungan di wilayahnya masing-masing," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) 3 TP PKK Kelurahan Grogol, Reni Wahyu Ningtyas menjelaskan, pengembangan dan perawatan urban farming Kelurahan Grogol di Jalan Semeru 2, RT 07/07 melibatkan jajaran PKK mulai dari tingkat kelurahan hingga RW. Untuk menambah kesuburan tanaman, Reni mengaku jajarannya memanfaatkan cairan eco enzym yang diproduksi sendiri.
Secara bergantian, kader PKK dan dasawisma di 10 RW se-Kelurahan Grogol memiliki jadwal piket untuk melakukan perawatan, menyiram dan penanaman. Pada areal tersebut, saat ini telah dikembangkan berbagai macam tanaman obat keluarga (TOGA) dan produktif, seperti cabai, jagung, kacang tanah, kacang panjang, pare, sukun dan labu madu.
"Insyaallah ke depannya kami akan menambah lagi berbagai tanaman produktif untuk ketahanan pangan keluarga," tambahnya. (why)






