Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) melaksanakan kegiatan gerebek Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) wilayah RT 01/03, Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan.
Gerebek PSN yang melakukan pemantauan jentik nyamuk di sejumlah rumah juga melibatkan jajaran Puskesmas Pembantu Kelurahan Tanjung Duren Selatan.
Lurah Tanjung Duren Selatan, Indri Prawiji mengatakan, kegiatan gerebek PSN ini bertujuan memastikan lingkungan warga bebas dari jentik nyamuk aedes aigepty penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan rutin dilaksanakan setiap pekan.
“Kami ingin memastikan lingkungan bersih dari jentik nyamuk. Dengan dukungan kader jumantik dan Puskesmas, diharapkan risiko DBD dapat diminimalisir,” katanya, Jumat (24/4).
Dijelakan Wiji, kegiatan gerebek PSN di RT 01/03, Kelurahan Tanjung Duren Selatan, melibatkan delapan orang Kader Jumantik dan empat orang tenaga medis dari Pustu Kelurahan Tanjung Duren Selatan. Kegiatan menyasar sebanyak 10 rumah warga.
Diakui Wiji, kegiatan PSN ini tidak menemukan adanya jentik nyamuk di rumah warga. Namun demikian, Ia berharap masyarakat tetap awas terhadap penyebaran jentik nyamuk di lingkungan rumah mereka.
Karena itu, Wiji berharap warganya rutin memeriksa wadah yang dapat menampung air seperti bak mandi, pot tanaman, penampungan dispenser aquarium dan ember. Diwaspadai, wadah-wadah yang terisi akan menjadi media tumbuh kembang jentik nyamuk.
"Selain itu Kami berharap warga juga bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarang. Jangan sampai karena lalai, kita yang menjadi korban," tandasnya.
Untuk pencegahan penyakit DBD, Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Kelurahan Tanjung Duren Selatan melakukan gerebek Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan pemantauan jentik nyamuk di wilayah RT 001/RW 003, Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jumat (24/4).
Lurah Tanjung Duren Selatan, Indri Prawiji, mengatakan kegiatan gerebek PSN bertujuan memastikan lingkungan warga bebas dari jentik nyamuk aedes aigepty penyebab penyeakit Demam Berdarah Dengue (DBD).“Kami ingin memastikan lingkungan bersih dari jentik nyamuk. Dengan dukungan kader jumantik dan Puskesmas, diharapkan risiko DBD dapat diminimalisir,” ujarnya.Diakakatan Prawiji, sebagai upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD), pencegahan melibatkan 12 petugas, terdiri dari empat tenaga Puskesmas dan delapan kader juru pemantau jentik (jumantik), yang melakukan pemeriksaan di 10 rumah warga. "Sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kesehatan masyarakat. Warga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan serta rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk guna mencegah penyebaran DBD," pungkasnya. (Kontri)





