Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) diminta terus menggencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), terutama di lokasi terbuka seperti lahan kosong, RPTRA, taman, dan rumah yang tidak berpenghuni. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, menyampaikan hal tersebut saat peluncuran penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan metode Wolbachia di RPTRA Utama, Kelurahan Cengkareng Barat, Jumat (21/8/2026). Sahruna mengatakan, hasil PSN sebelumnya di Cengkareng Barat menunjukkan banyak ditemukan jentik nyamuk di lokasi terbuka, bukan hanya di lingkungan rumah warga. “Saya berharap kegiatan PSN tetap kita laksanakan. Di sini ternyata jentiknya banyak bukan di rumah, tetapi di tempat-tempat lahan kosong,” ujar Sahruna. Karena itu, ia meminta kader Jumantik memperluas sasaran pemeriksaan ke RPTRA, taman, lahan kosong, hingga rumah yang tidak dihuni agar potensi tempat perkembangbiakan nyamuk dapat ditemukan dan ditangani. Sementara itu, Sekretaris Kota Jakarta Barat, Imron Sjahrin menegaskan penerapan Wolbachia harus tetap dibarengi dengan PSN secara rutin. “Wolbachia bukan pengganti PSN 3M Plus, tetapi menjadi pelengkap upaya pengendalian DBD yang sudah berjalan. Karena itu, masyarakat tetap harus menguras, menutup dan mendaur ulang tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujarnya. Imron juga mengajak kecamatan, kelurahan, puskesmas, RT/RW, kader, tokoh masyarakat, dan warga bersama-sama mendukung edukasi, pemantauan, serta pengawalan program pengendalian DBD di wilayah Jakarta Barat.
“Wolbachia bukan pengganti PSN 3M plus, tetapi menjadi pelengkap upaya pengendalian DBD yang sudah berjalan. Karena itu, masyarakat tetap harus menguras, menutup dan mendaur ulang tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” imbuh Imron. (Aji)






