Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menginstruksikan kepada jajarannya untuk menjaga akses jalan inspeksi Kali Grogol Segmen Kemanggisan, dari bangunan liar. Jalan inspeksi harus tetap terbuka untuk pembersihan dan perawatan Kali Grogol.
Demikian disampaikan saat meninjau proyek pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol segmen Kemanggisan, RW 01 Kelurahan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (2/7).
Lebih lanjut Pramono Anung menjelaskan, Dinas SDA DKI Jakarta akan menuntaskan proyek pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol, hingga segmen tol Jakarta-Merak, kurang lebih sekira 600 meter.
Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran APBD untuk menyelesaikan proyek pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol, segmen Kemanggisan, hingga Desember 2026.
"Saya minta SDA untuk menyelesaikan sampai ujung, kurang lebih 600 meter lagi, jalannya seperti ini. Nanti kalo jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan membuat bangunan liar di atas jalan ini," tukasnya.
Oleh karena karena itu, dirinya menginstruksikan kepada jajaran Pemkot Jakarta Barat untuk menjaga fasilitas ini dengan baik. Akses jalan harus selalu tetap terbuka agar petugas dapat melakukan pemantauan, pembersihan dan pemeliharaan kali Grogol.
“Merawat itu terkadang lebih susah. Jangan sampai kemudian kita sudah buat turap tanggul yang baik, jalan yang baik, tetapi karena tidak dikelola dengan baik, itulah yang selalu menjadi persoalan kita bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono Anung menyampaikan apresiasi kepada Dinas SDA, DPRD DKI Jakarta, dan jajaran di wilayah dalam menata kawasan yang sebelumnya menghadapi persoalan banjir, permukiman kumuh, serta keterbatasan akses.
“Tempat ini dulu tempat kumuh. Bahkan, mohon maaf, banyak orang yang mengatakan ini merupakan salah satu dunia sedikit gelap lah begitu. Salah satu tempat yang dulu dianggap tidak terselesaikan, dengan kerja sama yang baik, alhamdulillah bisa kita tangani,” jelas Gubernur Pramono.
Ia mengingatkan, kawasan Kemanggisan pernah terendam banjir hingga mencapai atap rumah warga sekitar lima tahun lalu. Karena itu, penyelesaian pembangunan harus diikuti dengan pemeliharaan dan pengawasan agar seluruh infrastruktur tetap berfungsi optimal.
Sementara itu, Sutrisno (50) warga Jalan Kemanggisan Utama Raya RT 16 RW 08, Kelurahan Kemanggisan, mengaku bersyukur lantaran sudah tidak kebanjiran setelah dibangun sheetpile Kali Grogol.
"Selama tinggal di pinggir, sebelum ada pembangunan tanggul, setiap hujan pasti kebanjiran akibat luapan Kali Grogol. Kalau banjir bisa sampe 1 meter, tapi setelah ada tanggul tidak lagi kebanjiran," ujarnya.
Ia juga berterimakasih kepada Pemprov DKI Jakarta karena telah menata kawasan Kali Grogol dengan baik.
"Dan berharap, kawasan ini selalu dijaga, dihijaukan, dan jangan ada pedagang lagi. Semoga bisa dijaga terus," tambahnya. (why)





