Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat (Sudiskes Jakbar) mencatat Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak 1 hingga 29 Januari 2026 sebanyak 75 kasus.
"Mulai awal Januari sampai Kamis (29/1) pekan lalu ada 75 kasus," sebut Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, saat dikonfirmasi, Selasa (3/2).
Ia mengungkapkan, jumlah kasus tersebut menunjukan tren yang menurut dalam tiga bulan terakhir. Pada November 2025, dilaporkan ada 161 kasus DBD di Jakbar, kemudian pada Desember 2025 ada 163 kasus, dan pada Januari 2026 tercatat 75 kasus.
Sebelumnya, Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi iklim pada Januari 2026 mendukung perkembangan nyamuk Aedes aegypti.
“Kelembaban udara diperkirakan mencapai 82 persen, berada dalam rentang kelembaban optimum nyamuk yakni 71–83 persen, dengan suhu berkisar 24 hingga 31 derajat Celsius,” sebutnya.
Sementara itu, upaya pengendalian DBD terus dilakukan melalui pemantauan jentik nyamuk dengan mengutamakan peran serta masyarakat. Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah penyebaran DBD.
“Untuk mencegah penyebarannya kami tetap melaksanakan PSN di semua tatanan dengan melibatkan semua unsur perangkat wilayah dan warga masyarakat,” ujar Sahruna. (Aji)





