Junaidi mengungkapkan bahwa petugas di lapangan kerap menemui kendala klasik, yakni keberadaan bangunan warga yang berdiri tepat di atas saluran air, sehingga menyulitkan akses personel. Namun, pihaknya mengapresiasi tumbuhnya kesadaran kolektif warga RW 03 yang secara sukarela mulai membongkar struktur bangunan tersebut.
"Kendala utama memang bangunan di atas saluran. Alhamdulillah, warga sudah membongkar secara mandiri dan kami bantu tuntaskan. Dengan begitu, personel bisa langsung masuk untuk menguras sedimen yang menyumbat," tambahnya.
Junaidi memberikan imbauan tegas kepada warga melalui perangkat RT, RW, dan LMK. Ia menekankan pentingnya menjaga fungsi utama infrastruktur kota.
"Harapan kami, saluran yang merupakan objek vital ini berfungsi kembali sebagaimana mestinya. Saluran harus direfungsikan sebagai aliran air, bukan sebagai tempat tinggal atau area bangunan. Kami meminta warga sama-sama menjaga kebersihan ini setelah dilakukan pembongkaran dan pembersihan," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kasatpel Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Cengkareng, Aria Raksa Kusuma, menyebutkan bahwa pembersihan ini menargetkan pengangkatan berbagai material yang menghambat laju air.
"Material hasil kurasan saluran yang terdiri dari lumpur, puing, hingga sampah domestik tercatat mencapai 5 meter kubik," jelasnya. (Yan)




