Sebanyak 313 usulan dibahas dalam kegiatan forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Hasilnya, sebanyak 216 usulan disepakati untuk dilanjutkan dibahas dalam forum Musrenbang tingkat kota Jakarta Barat.
Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya mengatakan, sebanyak 313 usulan yang dibahas terdiri 284 usulan pembangunan fisik dan 29 usulan pembangunan non fisik. Seluruh usulan itu merupakan aspirasi masyakarat dari 7 kelurahan yang ada di Kecamatan Grogol Petamburan.
"Memang yang terbanyak usulan ditujukan ke SDA dan Bina Marga. Selebihnya ada usulan yang ditujukan ke PPAPP, Sosial, Kebudayaan dan lain-lain," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu ( 25/2)
Diakui Raditian, selama ini kawasan Jalan Tubagus Angke, Jelambar dan Jalan Jelambar Baru, masih menjadi kawasan rawan tergenang. Menurutnya, kontur geografis cekungan menyebabkan kawasan itu kerap tergenang antara 30-50 sentimeter saat terjadi hujan deras atau Kali Angke meluap.
Karena itu, Raditian menegaskan normalisasi sejumlah saluran dan kali menjadi salah satu prioritas usulan dalam Musrenbang Kecamatan Grogol Petamburan. Selain itu, upaya penanggulangan kebakaran dan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) juga menjadi prioritas pembangunan di wilayah Kecamatan Grogol Petamburan.
"Dari proses pembahasan yang dilakukan, disepakati 216 usulan untuk diteruskan ke tingkat kota. Kita akan dorong terus untuk direalisasikan tahun depan," tegasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono menambahkan, bawah hingga tiga hari ke depan masih ada waktu untuk melakukan perbaikan. Terhadap usulan yang tidak bisa diakomodir lantaran kesalahan input ataupun admonitasi lainnya, bisa saja diajukan surat untuk melakukan revisi ke tingkat kota.
Diharapkannya, proses Musrenbang ini bisa memastikan seluruh aspirasi warga sesuai arah pembangunan Jakarta sebagai top kota global dunia bisa terfasilitasi. Tidak hanya mengentaskan banjir dan kumuh, diharapkan tahapan Musrenbang juga bisa mengakomodir peningkatan infrastruktur transportasi serta kesejahteraan warganya.
"Tidak sekedar hidup, kita ingin melangkah menuju kota global. Masih ada 3 hari lagi, kalau masih ada yang belum terakomodir masih bisa, tinggal bersurat saja ke wali kota," tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Daerah Pemilihan (Dapil) 10 Jakarta Barat, Inad Luciawaty menambahkan, persoalan sampah yang menumpuk masih ditemuinya di sejumlah lokasi se-Kecamatan Jakarta Barat. Karena itu, Ia meminta jajaran Lingkungan Hidup agar bisa menindaklanjuti.
"Selain itu, Saya berharap kader Jumantik tidak hanya bekerja mencari sarang nyamuk tapi juga bisa meningkatkan kesadaran agar warga melaksanakan PSN mandiri,"pungkasnya. (Tgh)






