Sebanyak 20 ton sampah pedagang diagkut petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat dengan mengerahkan alat berat shovel dan dump truck untuk mengangkuti sampah yang menutupi bahu Jalan Stasiun Angke RW 04 Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Kamis (21/5).
Lurah Jembatan Lima, Ahmad Ghozali Ardli, mengatakan bahwa pihaknya berkolaborasi dengan Sudis Lingkungan Hidup, unsur tiga pilar, pengurus RT dan RW, LMK, dewan kota, FKDM melakukan penanganan sampah yang dibuang sembarangan hingga menutupi ruas Jalan Stasiun Angke, RW 04, Kelurahan Jembatan Lima.
"Ada lima titik tumpukan sampah yang menutupi bahu jalan hingga berdampak pada kemacetan arus lalu lintas. Kebanyakan sampah kulit pedagang buah nanas. Volume sampah yang diangkut sekitar 20 ton," ujarnya.
Sebelum pengangkutan sampah, lanjut Ghozali, pihaknya terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan para pedagang buah, terutama pedagang buah nanas, untuk melakukan pemilahan sampah setiap hari. Sampah harus dimasuki dalam karung sebelum dibawa petugas Sudis Lingkungan Hidup Jakarta Barat.
"Tadi saya sudah tegaskan kembali, buang sampah itu harus diwadahi. Jangan dicampur. Untuk pengangkutannya, sampah lebih daulu dimasuki dalam karung, sebelum dibawa oleh petugas Sudis LH Jakbar setiap hari," tukasnya.
Bila sampah tidak dimasuki karung, lanjut Ghozali, pihaknya akan mengembalikan sampah ke dalam kios pedagang.
"Sebelum pak camat turun tangan, saya sudah beri imbuan pada pekan lalu. Namun mereka tidak mengindahkan, hingga disidak langsung pak camat yang menyamar sebagai PPSU," ujarnya.
Selain imbauan, para pedagang juga telah diingatkan melalui program Tampan yang telah dilaksanakan di RW 04 Kelurahan Jembatan Lima.
"Sebagai bentuk komitmen, saya kembali ingatkan kepada pedagang tidak boleh membuang sampah sembarangan. Bila tidak dimasuki karung, saya minta Babinsa untuk memasuki ke dalam kios mereka," tambahnya. (why)






