Sebanyak 15 KK warga Kampung Bilik, RW 07 Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat mendaftar untuk relokasi ke rumah susun (rusun) gelombang berikutnya.
"Hari ada 15 KK yang daftar. Kami pakai cara kekeluargaan lah. Kami maklum, karena mereka sudah 30 tahun tinggal di situ. Maklum ya kalau ada tantangan, dinamika, itu biasa," kata Lurah Kamal, Edy Sukarya saat dikonfirmasi, Kamis (26/2).
Diketahui, relokasi warga Kampung Bilik dilakukan menyusul lokasi tersebut akan dijadikan Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru. Pengadaan TPU baru dilakukan sebagai solusi atas krisis lahan makam di wilayah Jakarta.
Lebih lanjut Edy menjelaskan, nantinya warga tersebut akan direlokasi ke dua rusun. Sebelumnya Edy menyebut warga Kampung Bilik yang akan direlokasi sebanyak 131 KK.
"Rusun di Jakarta Barat penuh, jadi direlokasi ke Rusun Nagrak, Rorotan dan Pulo Jahe," sebut Edy.
Ia menambahkan, sembilan KK telah direlokasi ke sejumlah Rusun di Jakarta Barat. KK lainnya bakal direlokasi ke Rusun wilayah lain.
"Ada empat KK di Rusun Tegal Alur, tiga KK di Rusun Pesakih, dan satu KK di Rusun Rawa Bebek karena dia bujangan," ungkapnya.
Edy mengatakan, pemilihan rusun untuk warga Kampung Bilik melihat kapasitas pada unit rusun yang ada di wilayah DKI Jakarta.
"Begini, pertama ketersediaan tempat. Karena memang rusun di Jakarta Barat penuh," katanya.
Ia memastikan warga yang direlokasi akan mendapatkan keringanan biaya sewa rusun dari pemerintah, gratis selama enam bulan.
Terkait sosialisasi, Edy mengklaim pihaknya intens mendatangi warga sekaligus musyawarah. Misalnya berkaitan dengan administrasi warga yang sudah puluhan tahun tinggal di sana.
"Tiap hari sosialiasi. Alhamdulillah, walaupun dinamikanya memang ya kami maklum lah mereka puluhan tahun, 30 tahun tinggal di situ," pungkasnya. (Aji)





