Sebanyak 15 kilogram sayuran pokcoy dipanen dari areal urban farming di Rooftop Masjid At Taufik, RW 17, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (15/1).
Lurah Palmerah, Zaenal Ngaripin mengatakan, dirinya mengapresiasi kelompok tani At-Taufik yang telah melakukan panen sayur pokcoy pada areal urban farming di Rooftop Masjid.
"Kami mengapresiasi atas kinerja Poktan At Taufik yang dinilai mampu menjadi contoh pemanfataan lahan secara produktif dan ramah lingkungan," tutur Zaenal Ngaripin.
Menurutnya, Kelompok Tani (Poktan) Masjid At Taufik telah membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan untuk menghasilkan pangan yang sehat dan bernilai. Karena konsep urban farming sangat mendukung ketahanan pangan wilayah sekaligus memperkuat kebersamaan warga.
"Poktan At Taufik juga mengembangkan berbagai tanaman pada media hidroponik serta budidaya ikan melalui sistem aquaponik, yang mengintegrasikan pertanian dan perikanan dalam satu siklus berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Ketua Poktan At Taufik, Ahmad Djazuli menuturkan, pihaknya bersama Lurah Palmerah, Zaenal Ngaripin, serta pengurus Poktan At Taufik, memanen sayur pokcoy sebanyak 15 kilogram.
"Kami berkomitmen menjadikan urban farming bukan sekadar bercocok tanam, tetapi sebagai gerakan pemberdayaan warga. Hasil panen ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan pendampingan yang tepat dapat menghasilkan manfaat nyata," ujar Ahmad Djazuli.
Diketahui, Poktan At Taufik RW 17 Palmerah, dikenal sebagai Poktan unggulan di Kelurahan Palmerah dan dibawah pembinaan Sudis Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat. Pembinaan mencakup sejumlah aspek, mulai dari teknis budidaya, pengelolalan kelompok hingga peningkatan kualitas hasil produksi. (why)






