Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah meninjau lubang resapan biopori (LRB) di RW 04 Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (17/4). LRB dibuat untuk mengurangi sampah organik.
"Di lingkungan RW 04, ada lubang resapan biopori yang merupakan satu program yang sudah lama kita kenal. Saya hadir di sini bersama pak camat, lurah, Ketua RW 04, Sofwan, kader PKK dan masyarakat. Alhamdulillah, kita bisa silaturahmi ketemu dengan warga da tokon masyarakat. Ini merupakam suatu sinergi yang sangat bagus," ujarnya didampingi Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup, Achmad Hariadi, dan Camat Kebon Jeruk, Agus Mulyadi.
Ia menyebutkan, lubang resapan biopori (LRB) yang dibuat di lingkungan RW 04 Kelurahan Kedoya Utara, dibuat untuk mengurangi sampah organik. Meski belum secara total, namun program ini memberikan edukasi buat masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah.
"Di lubang resapan biopori yang dibuat tadi untuk mengurangi sampah, memang tidak sekaligus bisa memilah sampah secara total. Artinya, secara umum memberikan edukasi bahwa masyarakat bisa melakukan pemilahan sampah. Caranya, sampah organik, terutama dedaunan, tidak dibuang begitu saja. Daun-daun itu dimasukkan dalam LRB, dan nanti ada proses pembusukan hingga menjadi kompos," ujarnya.
Ketika datang hujan, lanjut Iin, proses pembusukan sampahnya bisa menyuburkan tanah sekitarnya.
"Ketika air hujan masuk dan terserap di LRB, dan bisa menjadikan tanah menjadi lebih subur. Selain itu bisa mengurangi genangan dan banjir di wilayah. Jadi sangat bermanfaat sekali dan memang ini perlu keterpaduan dari semua pihak," jelasnya.
Selain LRB, lingkungan RW 04 juga memiliki program pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair.
"Selain mendukung program LRB, di sini ada tong komposter. Tong komposter terbuat dari bahan yang sangat simpel. Bisa dibuat dengan menggnakan ember bekas cat. Kemudian dilubangi pada sisi bagian bawah dengan diberikan keran air. Kemudian sampah yang mengalami proses pembusukan, akan menghasilkan air lindi melalui keran air," ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW 04 Kelurahan Kedoya Utara, Sofwan Lutfi menjelaskan bahwa konsep green and clean sudah lama diterapkan di wilayahnya. Namun, seiring perkembangan zaman, konsep ini kembali digalakkan kembali dengan target utama minimal pengurangan 60% debit sampah, sampah organik dan an organik.
"Saat ini sudah kita berdayakan sampah organik 20 % dan sampah an organik 25 % yang sudah kita pilat. Artinya, sudah ada pengurangan. Nanti kita tingkatkan kembali, karena sampah terbesar, 60% berasal dari sampah rumah tangga," ujarnya.
Dari 20 % sampah organik, lanjut Sofwan Lutfi, sebagian sampahnya diolah dengan teknologi LRB. Teknologi ini bertujuan untuk menekan volume sampah organik sekaligus meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan.
"LRB berfungsi, pertama buat resapan air. Kedua, untuk pupuk yang bisa dipakai untuk tanaman," tukasnya.
Ia menyebutkan, pihaknya telah membuat sebanyak 108 lubang resapan biopori pada di empat RT yakni RT 5,6,7 dan 8. Rencananya, LRB dibuat pada empat RT lagi yakni RT 2,4,9, dan 10.
Selain LRB, lanjut Sofwan Lutfi, pihaknya juga melakukan program Teruga (Komposter Rumah Tangga) untuk pupuk padat dan cair.
"Kami ada Teruga untuk mengurangi sampah organik dengan menggunakan tong komposter," ujarnya.
Sebagai informasi, usai melakukan peninjauan, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah bersama Kasudis LH Achmad Hariadi, mengadakan pertemuan bersama kader PKK, dan pengurus RW 04 di aula sekretariat RW 04 Kedoya Utara. Membahas terkait sosialisasi pengelolaan sampah organik, an organik dan sampah residu. (why)






