Dalam rangka memperluas kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Grogol melakukan sosialisasi manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pengurus DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) di RW 08, Kelurahan Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (10/4).
Sosialisasi yang berlangsung di Sekretariat RW 08 Kelurahan Taman Sari, diikuti 7 pengurus DKM masjid yakni DKM Baiturrahman, Baiturrahmat, Assalam, Asyafi'iyah, Al Mujahidin, Hayatusalam, dan Al Muttaqin.
Lurah Taman Sari, Abdul Malik Raharusun membenarkan adanya kegiatan sosialisasi kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol.
"Ya, bang, sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan yang dihadiri pengurus RT dan RW 08, LMK, petugas kebersihan RW, serta para pengurus DKM di wilayah Kelurahan Taman Sari," ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, lanjut Abdul Malik, ada 7 DKM yang telah mendaftar pada kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi marbot, guru ngaji, dan panitia pemulasaran jenazah.
"Setelah DKM, pihaknya akan mengajak para petugas kebersihan dan Linmas wilayah untuk ikut dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Grogol, Multanti mengatakan, pihaknya memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan kepada para pengurus DKM di lingkungan RW 08, Kelurahan Taman Sari.
"Marbot, guru ngaji, petugas kebersihan memiliki peran penting dalam menghidupkan dan memakmurkan masjid, terutama dalam memberikan pelayanan kepada jemaah untuk beribadah dan berkegiatan di masjid," ujarnya.
Ia berharap, ke depan tidak hanya marbot dan petugas masjid yang mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, namun warga di sekitar masjid juga bisa diikutsertakan.
Terkait kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Ketua DKM Masjid Baiturrahman, Jumhana menjelaskan, tak perlu merisaukan apalagi khawatir untuk ikut dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
"Dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan, sekaligus menjadi peserta aktif sangat baik, karena tidak merasa khawatir masalah dunia untuk yang ditinggalkan serta bisa tergolong ikhlas dalam berjumpa dengan Malakatul Maut pun," tuturnya. (why)






