Halo Sobat! 👋
Saya Bang-Batik. Ada yang bisa saya bantu terkait wilayah Jakarta Barat?
Publikasi
Serapan Anggaran 2 Kelurahan Masih Rendah
Serapan Anggaran 2 Kelurahan Masih Rendah
H.Ahmad Mujahid
26 Maret 2018
Pembangunan
630
Dua kelurahan yakni Kelurahan Pegadungan dan Tegal Alur yang memiliki serapan anggaran terendah triwulan 1 tahun tahun anggaran 2018. Kedua kelurahan itu memiliki serapan anggaran dibawah 5 persen. "Kami melihat ada indikasi serapan anggaran di wilayah Jakarta Barat, masih rendah. Masih ada yang dibawah 20 persen, terutama pada kelurahan Tegal Alur dan Pengadungan," ujar Riano P. Ahmad, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta saat melakukan kunjungan kerja di kantor Walikota Jakarta Barat, Senin (26/3) pagi. Menurutnya, berdasarkan laporan keuangan triwulan 1 tahun 2018, serapan kedua kelurahan ini masih dibawah 5 persen. Seharusnya, serapan anggaran nya sudah mencapai 20 persen. Ia pun mempertanyakan tugas pimpinan kedua wilayah kelurahan dalam melaksanakan program pembangunan. Ini penting mengingat kinerja aparatur daerah sangat mempengaruhi prestasi kerja. Menyikapi permasalahan itu, Lurah Pegadungan, Sulastri dan Lurah Tegal Alur, Suratman pun menyanggahnya. Kedua lurah itu beralasan rendahnya serapan anggaran itu karena belum masuk dalam data pelaksanaan pembangunan berbasis elektronik atau e-monev. Sebelumnya Wali Kota Jakarta Barat, HM Anas Efendi memaparkan mendapatkan Pagu anggaran pada triwulan pertama tahun 2018 senilai Rp 443, 4 miliar dengan rincian belanja tidak langsung Rp 334,7 miliar dan belanja langsung Rp 108,6 miliar. "Hingga Maret ini, serapan anggaran Pemkot Jakarta Barat telah mencapai 16,81 persen dengan angka Rp 74,56 miliar," ujarnya. Untuk anggaran pada masing-masing kelurahan. Total anggaran belanja pada wilayah kecamatan Kebon Jeruk kurang lebih Rp 68 miliar, Kecamatan Kembangan Rp 68 miliar, kecamatan Tamansari Rp 62 miliar, Kecamatan Cengkareng Rp 83 miliar, Kecamatan Tambora Rp 85 miliar, Kecamatan Palmerah Rp 58 miliar, Kecamata Gropet Rp 66 miliar, dan Kecamatan Kalideres Rp 65 miliar. (why/aji)