Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menerima audiensi pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan berpesan untuk menjadi wadah dan penggerak ekonomi kreatif melalui pelestarian budaya lokal.
"Jakarta Barat ini sangat heterogen, namun kerukunannya tetap terjaga. Ini adalah bukti warga kita mengedepankan gotong royong dan toleransi. Ke depan, saya ingin kita memiliki kalender event tahunan yang kuat, seperti Festival Bandeng yang maknanya universal untuk mengundang investasi dan wisatawan," ujar Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah saat menerima audiensi FPK di Ruang Rapat kantor wali kota, Selasa (7/4).
Iin menjelaskan, pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerukunan antar suku dan etnis melalui kolaborasi acara kebudayaan berskala besar karena keberagaman merupakan modal utama dalam menjaga suasana kondusif.
"Kami berharap FPK tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif melalui pelestarian budaya lokal," katanya.
Sementara itu, Ketua FPK Jakarta Barat, Mohammad Ihsan, menjelaskan terkait agenda utama audiensi kali ini, yaitu rencana penyelenggaraan Halalbihalal FPK pada 29 April 2026 mendatang di Gedung Ali Sadikin dengan tema "Harmoni Nusantara" yang menghadirkan 37 jenis makanan khas daerah yang diolah para pengurus FPK. Setiap tokoh yang hadir juga diwajibkan mengenakan pakaian adat tertinggi dari daerah masing-masing.
"Kami ingin menunjukkan bahwa di FPK, ego sektoral sudah lenyap. Yang ada hanya NKRI. Nanti akan ada Coto Makassar, Papeda, hingga Semur Jengkol Betawi yang disajikan oleh para tokoh ormas besar yang tergabung di sini," jelasnya.
Ihsan juga menambahkan bahwa acara ini akan mengundang tokoh-tokoh nasional lintas etnis guna mempererat hubungan emosional antar pemimpin komunitas di tingkat akar rumput.
"Diharapkan FPK Jakbar terus menjadi pionir dalam merajut tenun kebangsaan di tengah dinamika ibu kota," pungkasnya. (Yan)






