Kegiatan penimbangan Bank Sampah Kelurahan Srengseng berlangsung tertib dan lancar pada Jumat (17/4). Kegiatan ini dipantau langsung oleh Lurah Srengseng, Adith Pratama, serta didampingi Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan, Wahyu Dwi Suryanto, bersama pengurus Bank Sampah Srengseng Bersinergi (BSSB) dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Srengseng.
Penimbangan sampah yang dilaksanakan secara rutin setiap minggu ini bertujuan mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui pemilahan sampah kering bernilai ekonomis, seperti plastik, kertas, dan logam, langsung dari sumbernya, yakni rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan, menciptakan kebersihan wilayah, serta memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat selaku nasabah bank sampah.
Lurah Srengseng, Adith Pratama, menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan bank sampah terus menunjukkan peningkatan.
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengelolaan sampah dengan melakukan pemilahan dari sumbernya di tingkat rumah tangga. Hal tersebut menjadi kunci keberhasilan bank sampah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan bernilai ekonomi, sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan," ujarnya saat meninjau kegiatan.
Adapun hasil penimbangan pada kegiatan tersebut tercatat mencapai 251,5 kilogram sampah yang berhasil dikumpulkan, terdiri atas kardus, botol plastik, duplek, seng, besi, dan jenis sampah kering lainnya. Capaian ini mencerminkan komitmen Kelurahan Srengseng dalam mendukung program kebersihan dan kesehatan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan serta dapat merasakan manfaat ekonomi dari keikutsertaan dalam program bank sampah yang terus dikembangkan oleh kelurahan.






