Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah memastikan peralatan penanggulangan banjir utamanya pompa, baik yang permanen (stationer), pompa bergerak (mobile) maupun pompa apung berfungsi dengan baik.
Ia mengungkapkan saat terjadi genangan atau banjir pada Senin (12/1) lalu, yang secara umum, pompa-pompa di Jakarta Barat sudah berfungsi dengan maksimal.
"Contohnya kemarin saat di wilayah Rawa Buaya, air sudah dipompa ke Kali Mookervaart, perlahan-lahan surut, namun memang butuh waktu, karena debit air dari hulu masih cukup banyak," ujar Iin saat dikonfirmasi , Rabu (14/1).
Menurutnya, genangan/banjir yang melanda permukiman warga di Jakarta Barat karena intensitas hujan yang cukup lama. Selain itu, meluapnya beberapa kali seperti Kali Mookervaart, Semongol dan lainnya.
"Untuk itu, saya minta semua harus meningkatkan kesadaran dan berperan aktif dalam mengatasi permasalahan genangan di Jakarta Barat, baik itu antar OPD maupun masyarakat," katanya.
Terpisah, Kepala Sudis Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, menyebut di Jakarta Barat terdapat 49 rumah pompa dengan total sekitar 150 unit pompa dan semuanya berfungsi dengan baik. Adapun pompa mobile atau trailer sebanyak 70 unit yang sudah disebar di titik-titik rawan genangan, seperti di Kelurahan Rawa Buaya dan lainnya.
"Kalau pompa apung, di kami tersedia 60 unit yang juga sudah disebar ke tiap kecamatan. Jadi, saat hujan turun, masing-masing kecamatan dapat langsung melakukan penyedotan air menggunakan pompa apung tersebut," jelas Purwanti.
Selain memastikan pompa berfungsi optimal, pihaknya juga mengusahakan seluruh kolam olakan di sepanjang aliran kali dalam kondisi kosong.
"Selagi belum turun hujan, kolam dikosongkan agar saat hujan tiba, kolam tersebut siap menampung air. Kami berharap tidak ada air pasang maupun kiriman air dari hulu," pungkasnya. (Aji)





