Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Jaya (PAM Jaya) melakukan investigasi terkait rencana pipanisasi layanan air bersih di Kampung Apung, RT 10 RW 01 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (3/11).
Investigasi tersebut menindaklanjuti laporan warga Kampung Apung yang mengeluhkan kondisi air yang keruh dan berbau. "Sebelumnya, kita sudah mengetahui dari media, bahwa ada informasi di area ini, airnya kotor dan berbau. Semula, kami melakukan investigasi. Ternyata, dari hasil investigasi memang area ini belum menjadi pelanggan PAM Jaya," ujar Supervisor Area Bisnis PAM Jaya, Prasetyo Yuwono.
Di jelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengurus RW dan RT setempat, serta warga Kampung Apung terkait rencana pemasangan pipa layanan air bersih, mulai dari pipa jaringan sampai dengan pipa sambung baru yang dipasang pada masing-masing rumah warga.
"Kalo dilihat, kurang lebih 1,7 kilometer. Yang jelas, kami sedang melakukan pengukuran. Mohon ditunggu, agar proses sambungan pipa air baru kami bisa cepat terlayani," tuturnya.
"Tapi, melihat kondisi yang medannya agak sulit. Pertama, ada pipa yang ditanam dalam tanah, kedua ada pipa yang berada di permukaan, karena melihat area di sini tak mungkin untuk melakukan penggalian pipa bawah tanah," tambahnya.
Di tempat yang sama, Ketua RT 10 RW 01 Kelurahan Kapuk, Sri Lestari mengucapkan terimakasih kepada PAM Jaya yang memberikan layanan air bersih buat warga Kampung Apung.
"Kami berterimakasih dan telah mensosialisasikan kepada warga secara door to door, ada juga melalui bantuan dasa wisma, yang intinya sangat merespon rencana layanan air bersih dari PAM Jaya. Warga tak mempermasalahkan, dan merasa senang," ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kampung Apung, Juhri mengatakan bahwa selama ini warga mengeluhkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Karena kondisi air sudah tidak layak, keruh dan bau.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa membeli air pikulan. Harga air bersih Rp 7000/pikul. "Warga minimal membutuhkan 3 pikul air. Artinya, mereka harus mengeluarkan uang Rp 21 ribu, untuk membeli air buat kebutuhan masak, cuci dan mandi," tuturnya.
Ia berharap, bila layanan air bersih dari PAM Jaya sudah masuk, minimal bisa bantu mengurangi beban perekonomian warga Kampung Apung. (why)






