Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya melakukan pengecekan dan penelusuran sebagai tindak lanjut keluhan warga RT 003 RW 03, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, terkait air PAM yang jarang mengalir dan mengeluarkan bau tak sedap.
Senior Manager Corporate and Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza menuturkan, pihaknya masuk melakukan pengecekan dan penelusuran terkait keluhan warga RT 003 RW 03 Kelurahan Jembatan Besi, terkait air jarang mengalir dan mengeluarkan bau tak sedap di wilayah itu.
"Sebelumnya, ada sejumlah media yang menghubungi saya perihal krisis air bersih di sana. Maksudnya, krisis air bersihnya dimana. Karena setelah tim teknis kami melakukan pengecekan, sampai pagi tadi belum ada pelanggan yang menginformasikan kasus itu. Kami belum mendapatkan informasi aduan/keluhan warga terkait itu," ujarnya saat dihubungi, Jumat (9/1).
Meski begitu, lanjut Gatra Vaganza, pihaknya juga menerima keluhan pelanggan, tapi bukan pada alamat tersebut.
"Sebelumnya, tim teknis kami telah menindaklanjuti air PAM keruh dan berbau, tapi bukan di RT 03 RW 03, melainkan di Jalan Jembatan Besi II RW 02. Tapi, bukan air mati atau tak mengalir. Memang ada kendala teknis, tapi dua hari lalu sudah saya selesaikan," jelasnya.
Informasi sebelumnya, warga di wilayah Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat mengeluhkan kondisi air PAM yang jarang mengalir dan kerap mengeluarkan bau tidak sedap sejak ada proyek galian jalan di lingkungan tersebut.
Sementara itu, Harijani (64) warga RT 003 RW 003 Jembatan Besi, mengatakan belakangan ini air PAM di rumahnya sering mati total dan hanya mengalir sesekali dalam jumlah sangat kecil. Bahkan, bila keluar, kondisi air terkadang keruh dan berbau tak sedap.
Wanita lansia ini menilai kondisi air PAM tersebut yang tidak layak digunakan, terutama untuk kebutuhan memasak dan konsumsi. Akibat kondisi itu, Harijani terpaksa membeli air setiap hari buat kebutuhan masak.
"Kalau keadaan airnya seperti itu, nggak memungkinkan digunakan untuk masak, jadi saya beli air pikulan setiap hari buat masak. Sementara kalau untuk mandi atau nyuci, saya ambil nyelang air dari musala,” ucap Harijanti. (why)





