Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta menggelar Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (HAKTPA) di Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB), Ruang KH Usman Perak, Jalan Rama Raya No 1, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (4/12).
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran Ruang Bersama Indonesia (RBI) Kelurahan Rawa Buaya. Kegiatan dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, Plt Wali Kota Jakarta Barat Yuli Hartono, Kepala Dinas PPAPP DKI Iin Mutmainnah, Ketua DWP DKI Lisniawati Uus dan perangkat wilayah setempat.
Diisi pentas kesenian serta hasil kreasi anak-anak penyandang disabilitas, pemberian stiker anti kekerasan dari Kadis PPAPP kepada Plt Wali Kota Jakbar dan lainnya, pembukaan kegiatan ditandai pemukulan gong oleh Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi. Sebelum acara dilakukan doa bersama lintas agama yang dipimpin lima pemuka agama.
Pada sambutannya, Menteri PPPA RI, Arifatul Choiri Fauzi mengatakan pihaknya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakbar serta unsur masyarakat lainnya, atas dukungan dan kolaborasinya dalam menguatkan kualitas pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak.
"Hari ini saya bahagia sekali, karena ketika hadir di sini, suasana adem dan suasana damai terlihat jelas. Ternyata kolaborasi semua unsur di sini dalam mewujudkan kota atau wilayah ramah anak dan kerukunan umat beragama sudah terwujud sejak lama. Ini harus terus dijaga dan juga dilanjutkan oleh generasi-generasi kita," tandasnya.
Lebih lanjut Arifatul mengatakan tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak saat ini paling utama karena faktor ekonomi yang berdampak ke mana-mana, bisa kekerasan dalam rumah tangga dan lainnya. Selain itu juga berdampak kepada anak, keluarga, pendidikan dan sebagainya.
"Oleh karenanya, kegiatan ini harus kita simak dan implementasikan bersama, bukan hanya 16 hari saja, namun setiap harinya kekerasan terhadap perempuan dan anak harus kita bisa cegah bersama," imbuhnya.
Plt Wali Kota Jakarta Barat Yuli Hartono, menambahkan dengan peluncur Rumah Bersama Indonesia (RBI) di kampanye 16 HAKTPA ini menegaskan bahwa Jakarta Barat sudah siap menjadi ruang aman dan nyaman bagi warganya, khususnya perempuan dan anak.
"Ini merupakan perwujudan nyata dari kita semua, khususnya dalam misi mewujudkan kesetaraan, peningkatan kualitas manusia serta penguatan perlindungan sosial. Maka pesan saya, tolong ini terus dikembangkan, bukan hanya di Rawa Buaya namun di lokasi lainnya," imbuh Yuli.
Sementara itu, Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, mengatakan dengan peringatan HAKTPA yang terus menerus tentunya menjadi bukti komitmen pemerintah dan masyarakat yang ada di Jakarta, bahwasannya isu kekerasan itu ada bukan hanya urusan di tingkat sektoral, tetapi harus dijadikan isu multisektoral.
"Ini pelaksanaan kita yang terakhir. Sehingga selain kampanye 16 HAKTPA, di Jakarta Barat ini kita juga melakukan peluncuran Ruang Bersama Indonesia Kelurahan Rawa Buaya," jelas Iin.
Ia berharap RBI dapat menumbuhkan kolaborasi masyarakat dalam memberdayakan dan melindungi perempuan serta anak dengan memanfaatkan kearifan lokal secara holistik, integratif, dan berkelanjutan.
"Dengan menumbuhkan kolaborasi semua pihak, menunjukkan bahwa negara yang kita cintai harus tumbuh dari rumah-rumah yang memiliki ketahanan keluarga. Jadi, ketika ketahanan dibangun dari keluarga akan memunculkan ketahanan bangsa yang berporos pada kerukunan dan kepedulian sesama," pungkas Iin. (Aji)





