Sebanyak 24 usulan warga dibahas dalam Forum Kelurahan Taman Sari Musrenbang Tahun 2026 di Aula Kantor Kelurahan Taman Sari, Selasa (3/2). Mayoritas usulan didominasi usulan fisik.
Kegiatan Musrenbang dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2027 dihadiri oleh Camat Taman Sari, Simson Hutagalung, Sekcam Taman Sari, Ian Imanuddin, para Satpel UKPD, Bhabimkamtibmas dan Babinsa, Dewan Kota, LMK, FKDM, PKK, serta pengurus RW se-Kelurahan Taman Sari.
Camat Taman Sari, Simson Hutagalung, mengatakan bahwa semua kebutuhan masyarakat yang diusulkan melalui Rembuk RW bisa tereksekusi. Sehingga, bila nanti ada kegiatan reses anggota DPRD DKI Jakarta, tidak ada lagi pembahasan terkait kebutuhan masyarakat tersebut.
"Karena semua kebutuhan masyarakat yang diusulan pada Rembuk RW sudah dibahas melalui forum Musrenbang Kelurahan Taman Sari," ujarnya.
Sementara itu, Lurah Taman Sari, Abdul Malik Raharusun mengatakan Forum Kelurahan Taman Sari Musrenbang Tahun 2026, membahas sebanyak 24 usulan masyarakat yang dihasilkan dari Rembuk RW.
"24 usulan yang dibahas dengan rincian, 17 usulan fisik dan 7 usulan non fisik," ujarnya.
Dalam pembahasannya, lanjut Abdul Malik, sebanyak 8 usulan ditolak dengan rincian 7 usulan fisik dan 1 usulan non fisik. Sementara 16 usulan lainnya diakomodir untuk pembahasan di tingkat Musrenbang Kecamatan.
"Alasan usulan yang ditolak, umumnya karena kondisi eksisting masih layak. Misalnya, Sudis Bina Marga menolak usulan perbaikan trotoar di Jalan Raya Mangga Besar dan Jalan Raya Taman Sari. Alasannya, kondisi eksisting trotoar di Jalan Raya Taman Sari, masih layak, sedangkan kondisi trotoar di RW 01 Jalan Raya Mangga Basar sudah menjadi prioritas dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta," jelasnya.
Abdul Malik Raharusun menambahkan, 16 usulan warga yang diakomodir/diteruskan tersebut umumnya usulan fisik, diantaranya pemasangan cermin lalu lintas pada sejumlah titik ruas jalan, pemasangan speed bump di Jalan tamansari IV, Jl mangga besar VI selatan, Jl mangga besar IV T RW 8, dan pengaspalan sekira 2000 meter di Jalan Mangga Besar IV. (why)






