Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat akan mengambil langkah teknis dalam menanggulangi masalah sampah. Salah satu diantaranya, bekerjasama dengan PT KAI dalam hal pemanfaatan lahan untuk pengolahan sampah.
"Dalam menangani sampah, kita punya tiga tahapan. Jangka pendek, menengah dan panjang. Tentunya, untuk jangka menengah dan panjang, kita usulkan dalam forum Musrenbang," ujar Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah pada kegiatan Musrenbang tingkat kota tahun 2026 yang berlangsung di Ruang MH Thamrin, Kantor Wali Kota Jakbar, Kamis (2/4).
Untuk jangka pendek, lanjut Iin, pihaknya akan bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam hal pemanfaatan aset lahannya untuk pengolahan sampah.
"Pertama kita bekerjasama dengan PT KAI, yang di Jakarta Barat, memiliki delapan stasiun kereta. Mereka memiliki aset lahan yang bisa kami manfaatkan untuk TPS 3R," ujarnya.
Dijelaskan Iin, pihaknya telah mendiskusi hal tersebut, terutama dalam penanganan sampah di wilayah padat penduduk seperti wilayah Tambora dan Taman Sari. Pihak PT KAI pun juga setuju. Selain itu, Pemkot Jakarta Barat akan melibatkan pihak swasta dalam penanganan sampah pada sumbernya.
"Kami akan mencari peluang dari dukungan CSR untuk mengelola sampah dari sumbernya. Sehingga diharapkan, 70% sampah di Jakarta Barat, dikelola dengan baik, organik maupun non organik. Tinggal 30% residunya yang diangkut. Kita betul-betul akan mengurangi volume pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani, mengapresiasi serta mendukung sejumlah program prioritas pembangunan di wilayah Jakarta Barat.
"Harapan saya, karena sudah masuk dalam skala prioritas, harus menjadi fokus utama dan mudah-mudahan dapat terselesaikan secara maksimal sesuai dengan harapan. Kami dari DPRD mendukungnya," tandasnya.
Untuk penanganan sampah, lanjut Rani Mauliani, pihaknya telah membahas di parlemen terkait pemanfaatan lahan aset tersebut.
"Jadi lahan-lahan yang mungkin akan menjadi aset bisa juga dimanfaatkan, menurut saya perlu kita support ke depan dalam penanganan sampah. Karena penanganan sampah juga butuh lahan," tambahnya. (why)





