Warga Kelurahan Srengseng Kecamatan Kembangan mulai terbiasa memilah sampah dari rumah melalui program Bank Sampah Bumi Lestari di RT 003 RW 07 Srengseng. Salah satu nasabah Bank Sampah Bumi Lestari, Fitriani (34) Warga RT 003 RW 07, mengatakan pemilahan sampah dilakukan secara sederhana dari rumah tangga. Sampah organik seperti sisa dapur dan dedaunan dipisahkan dari sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kaleng, dan kemasan bekas.“Kalau sampah dedaunan atau sisa dapur pasti setiap hari ada, jadi langsung dipisahkan,” ujar Fitriani saat ditemui, Minggu (17/5).Sampah anorganik yang telah dipilah kemudian dikumpulkan untuk disetorkan ke bank sampah, sedangkan sampah organik diolah menjadi kompos.Senada juga dengan nasabah lainnya, Nur (40) Warga RT 003 RW 07 Srengseng, mengaku rutin mengumpulkan berbagai jenis sampah seperti kardus, botol plastik, dupleks, dan kaleng sebelum disetor ke bank sampah.“Ada kardus, botol, dupleks, dan kaleng. Ini baru dua minggu mengumpulkannya,” katanya.Menurut Nur, sebagian sampah yang ia setor juga berasal dari kerabat dan tetangga yang ikut menitipkan sampah agar dapat dikumpulkan bersama.Sementara, Ketua Bank Sampah Bumi Lestari, Sukini (59), menjelaskan sampah yang diterima dari warga kembali dipilah lebih rinci sebelum dijual ke pengepul.“Yang organik kami pisahkan untuk dijadikan kompos. Air lindinya juga dimanfaatkan untuk menyiram tanaman warga,” ujar Sukini.Selain diolah menjadi kompos, sampah anorganik juga dimanfaatkan secara kreatif. Ember cat dan galon bekas disulap menjadi pot tanaman yang menghiasi gang hijau di lingkungan warga. (Kontri)






