Halo Sobat! 👋
Saya Bang-Batik. Ada yang bisa saya bantu terkait wilayah Jakarta Barat?
Publikasi
Lurah Jelambar Ajukan Permohonan Perbaikan Empat Tiang Provider Keropos
Lurah Jelambar Ajukan Permohonan Perbaikan Empat Tiang Provider Keropos
Kelurahan Jelambar | PRADISTA MACHDALA PUTRA
14 Juli 2026
Pemerintahan
795
Izzudin
Lurah Jelambar, Pradista menyerahkan surat permohonan =perbaikan tiang keropos di wilayahnya
Perangkat Kelurahan Jelambar menyerahkan empat surat usulan perbaikan tiang provider yang dinilai telah keropos kepada petugas Kantor Telkom di Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (14/7). Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan warga terkait kondisi tiang yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.Lurah Jelambar, Pradista Machdala Putra, mengatakan empat surat tersebut berisi permohonan kepada pihak penyedia layanan telekomunikasi agar segera melakukan perbaikan atau penggantian tiang yang mengalami kerusakan, terutama pada titik-titik yang dinilai rawan roboh saat hujan lebat maupun angin kencang.Menurutnya, usulan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan warga yang disampaikan melalui ketua RT setempat. Hal tersebut sebagai respons cepat diperlukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat infrastruktur yang sudah tidak layak."Kami berharap pihak penyedia layanan dapat segera menindaklanjuti usulan ini sehingga potensi bahaya bagi pengguna jalan maupun masyarakat sekitar dapat dicegah," ujarnya sesuai keterangan yang diterima.Selain menyampaikan usulan perbaikan, pihak kelurahan juga akan terus memantau proses tindak lanjut serta berkoordinasi dengan ketua RT dan pihak provider agar penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.Pradista juga mengapresiasi kepedulian warga dan para ketua RT yang aktif melaporkan kondisi infrastruktur yang berpotensi membahayakan lingkungan. "Kami mengimbau masyarakat untuk terus menyampaikan laporan apabila menemukan fasilitas umum yang rusak atau berisiko menimbulkan kecelakaan, baik melalui kantor kelurahan, media sosial resmi, maupun grup komunikasi warga," jelasnya. (Kontri)