Alit Setyoko Nugroho, warga RT 005 RW 02 Kelurahan Srengseng mengaku senang bisa mengikuti pelatihan kerja berbasis Mobile Training Unit (MTU) mekanik sepeda motor yang diinisiasi Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Barat.
Selain bekal pengalaman, pelatihan yang berlangsung selama 20 hari, sejak 29 Juni - 20 Juli 2026, juga bermanfaat untuk masa depan.
"Manfaatnya banyak sekali. Minimal kita bisa memperbaiki kendaraan sendiri atau melamar pekerjaan ke bengkel. Apalagi, usai mengikuti pelatihan, kami juga mendapatkan sertifikat," ujarnya saat dikonfirmasi pada kegiatan pelatihan MTU montir motor di halaman kantor Lurah Srengseng, Rabu (1/7).
Sertifikat yang dimaksud, lanjut Alit, terdiri dari sertifikat yang dikeluarkan oleh PPKD Jakarta Barat serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat BNSP diberikan setelah peserta lulus uji kompetensi di akhir pelatihan.
"Ke depan, sertifikat ini mau saya pakai buat melamar pekerjaan di bengkel atau kerja sama (buka bengkel) bersama teman. Syukur-syukur lagi kalau ada pelatihan lanjutan ke tingkat yang lebih tinggi, supaya materinya bisa kami perdalam lagi," jelas Alit berharap.
Di tempat yang sama, instruktur pelatihan MTU montir sepeda motor, Muhammad Ridwan menuturkan program pelatihan dirancang secara terstruktur untuk mencetak peserta yang siap kerja dan kompeten di bidang otomotif.
"Materi kita mulai dari dasar (basic), tentang keselamatan kerja, aturan perbengkelan, hingga teknik pengenalan alat kunci. Minimal siswa di sini bisa melakukan servis berkala secara mandiri sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)," ujar Ridwan.
Selama mengikuti pelatihan, lanjut Ridwan, pihaknya menyediakan fasilitas motor untuk sarana praktek, baik motor bebek maupun tipe motor matic. Bahkan, untuk menambah jam terbang, peserta juga dapat mempraktekan ilmu mereka pada motor milik warga yang ingin di service.
"Untuk materi pelatihan, peserta diberikan sejumlah pelatihan seperti cara membongkar ban belakang, piringan cakram, sistem pengeremen, membongkar kepala silinder (cylinder head) dan katup (valve) hingga sistem injeksi untuk motor matic," tukasnya.
Ia menambahkan, pelatihan kerja berbasis MTU Montir motor diikuti sebanyak 10 peserta. Mereka akan mengikuti pelatihan selama 20 hari, mulai dari 29 Juni hingga 20 Juli 2026.
Sementara itu, Lurah Srengseng, Tariswan menyambut baik kegiatan pelatihan MTU montir motor untuk warga Srengseng. Kegiatan ini setidaknya bisa menambah pengalaman, sekaligus bekal untuk melamar pekerjaan.
"Pelatihan ini memberikan dampak positif bagi warga yakni mendapatkan keterampilan praktis sekaligus membuka peluang kerja baru," tuturnya. (why)





