Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat mengimbau kepada masyarakat tidak menggunakan plastik sekali pakai, terutama yang berwarna hitam untuk membungkus daging hewan kurban.
"Kalau dulu sih pernah ada besek bambu ya, dan mudah-mudahan sih ini bisa juga dipakai sebagai alternatif pengurangan sampah atau limbah plastik," ujar Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setko Jakarta Barat, Abdurrahman Anwar, pada kegiatan Sosialisasi Tata Cara Pemotongan dan Penanganan Daging Hewan Kurban yang berlangsung di Ruang Wijaya Kusuma, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (13/5).
Menurutnya, masih banyak wadah untuk membungkus daging kurban yang ramah lingkungan, seperti besek bambu (anyaman), daun pisang atau wadah makanan guna ulang yang dapat dibawa sendiri oleh penerima hewan kurban.
"Lebih baik gunakan wadah anyaman yang memang sudah disosialisasidari tahun kemarin, atau lebih baik menggunakan wadah sendiri. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi adanya timbulan sampah," ujarnya.
Ia pun meminta kepada masyarakat atau panitia penyelenggaraan pemotongan hewan kurban untuk mensosialisasikan penggunaan wadah ramah lingkungan kepada penerima hewan kurban.
Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah menginformasikan prinsip Eco Qurban dalam pelaksanaan Iduladha. Eco Qurban merupakan praktik penyelenggaraan pemotongan hewan kurban yang berprinsip pada perlindungan dan pengolaan lingkungan hidup yang dilakukan di lokasi pemotongan guna meminimalisir pencemaran lingkungan.
Salah satu prinsip eco qurban adalah penggunaan kemasan ramah lingkungan untuk daging kurban, seperti besek bambu, daun pisang atau wadah makanan guna ulang pribadi. (why)





