Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat memberikan vitamin berupa elektrolit anti-stres untuk hewan kurban di tempat penampungan menjelang perayaan Iduladha 1447 H.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakbar, Tanti, menjelaskan hewan kurban yang dibawa dari daerah ke Jakarta butuh adaptasi dengan kondisi lingkungan atau atmosfer Jakarta.
"Kita ada pemberian vitamin. Pemberian vitamin itu elektrolit sebagai anti-stres hewan. Karena kan hewan itu dari luar kota, jadi butuh beradaptasi," jelas Tanti saat dikonfirmasi, Jumat (8/5).
Dijelaskan Tanti, elektrolit diberikan pada minuman hewan dengan konsentrasi terukur sesuai dengan takaran.
"Itu kita kasih elektrolit lewat minumannya. Jadi satu gram itu untuk dua liter air," sebut Tanti.
Lebih lanjut dikatakan Tanti, jika ada hewan kurban yang sakit, pihaknya melakukan isolasi untuk diberkikan pengobatan.
"Itu harus dipisahkan dari hewan-hewan yang sehat. Jadi ada kandang isolasi untuk dipisahkan. Dikasih pengobatan sampai benar-benar sehat, baru bisa digabung lagi," ujarnya.
Diungkapkan Tanti, pihaknya telah melakukan pemeriksaan hewan kurban di tempat penampungan kawasan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah pada Kamis (7/5). Pemeriksaan meliputi legalitas dan kondisi fisik hewan kurban, hingga kelayakan tempat penampungan.
"Pertama kita cek kelengkapan dokumen, mulai dari Sertifikat veterinernya, kemudian Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal. Selanjutnya, kondisi fisik hewan juga diperiksa, mulai dari umur hingga kondisi mulut. Kalau cukup umur itu, kita cek giginya,” jelas Tanti.
“Sudah kupak atau belum?, Kalau misalnya sudah kupak, berarti hewan kurban tersebut sudah bisa dijadikan hewan kurban. Kemudian kita lakukan pelayanan kesehatan ke hewan kurbannya. Sejauh ini memang semuanya sehat," sambungnya.
Selain itu, tambahnya, kondisi Tempat Penampungan Hewan Kurban (TPnHK) juga diinspeksi, terutama untuk mengantisipasi dampak limbah tempat penampungan terhadap lingkungan dan permukiman sekitar.
"Misalnya kita periksa jarak TPnHK dari permukiman, pembuangan limbahnya gimana dan yang penting juga tempatnya harus teduh atau punya atap buat hewan kurbannya aar tidak kepanasan dan kehujanan," pungkasnya. (Aji)





