Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat memastikan penanganan dengan melakukan uji kelayakan saluran air dampak amblasnya jalan di Jalan Assirot, RT 02/03 Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, dilaksanakan dengan cepat untuk menggantisipasi kejadian berulang.
Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat, Mustajab mengatakan, sejak kemarin jajarannya bersama tim dari Sudis Bina Marga Jakbar, PLN dan Kelurahan Sukabumi Selatan, telah melaksanakan penanganan di lokasi jalan amblas. Kejadian dipastikan dipicu usia armco saluran yang sudah tua ditambah bekas pengerjaan galian utilitas tidak padat.
"Armco itu kan ada usia pakainya. Ditambah lagi bekas pekerjaan galian utilitas di sana kurang pemadatan sehingga memicu amblas," tuturnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/7).
Lebih lanjut Mustajab, menuturkan selain mengerahkan petugas, pihaknya juga menerjunkan satu unit alat berat mini excavator untuk melakukan penggalian. Alat itu dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan lantaran lubang saluran yang amblas kedalaman sekira 4 meter.
Namun, karena di dalam lubang tersebut terdapat jaringan utilitas PLN tegangan tinggi 150 kilovolt, pengerjaan fisik perbaikan saluran menunggu proses pengamanan utilitas yang dilakukan oleh jajaran PLN. Nantinya, saluran akan diganti menggunakan material boks culvert ukuran 1 meter.
Diakui Mustajab, kejadian amblas di kawasan Jalan Assirot, Sukabumi Selatan kali ini merupakan yang keempat kali. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan uji kelayakan dan mengevaluasi seluruh saluran di jalan tersebut.
Bila nantinya hasil penelusuran memastikan kondisinya sudah tidak layak, Mustajab mengaku pihak Sudis SDA Jakbar akan melakukan revitalisasi seluruh saluran di jalan tersebut. Sehingga seluruh saluran di jalan tersebut yang menggunakan material armco, akan diganti menggunakan uditch boks culvert.
"Prosesnya nanti kita akan meminta pendampingan dari PLN. Karena ada instalasi tegangan tinggi kami harus berhati-hati," tambahnya. (why)





