Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Barat menggelar kegiatan bina kependukan (Binduk) sosialisasi admintrasi kependukan pasca lebaran 2026 jemput bola di Pos RW 16 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Senin (6/4). Pada kegiatan tersebut warga mengakses sebanyak 142 layanan.
Menurut Kepala Sudis Dukcapil Jakarta Barat, Gentina Arifin, kegiatan jemput bola ini bagian dari upaya memberikan kemudahan layananan kepada masyarakat, khususnya pasca Lebaran 2026. Kegiatan ini utamanya menyasar pendatang baru.
"Karena itu kegiatan sengaja kita laksanakan di lingkungan permukiman untuk mendekatkan diri ke masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut Gentina menyebut, dari keseluruhan pendatang baru yang terindikasi masuk ke Jakarta pasca Idulfitri 1447 H hingga Minggu (5/4) kemarin, sebanyak 2.113 orang. Pendatang baru di wilayah Jakarta Barat merupakan yang terbanyak kedua setelah Jakarta Timur. Total tercatat sebanyak 456 orang pendatang baru, terdiri dari 241 laki-laki dan 245 perempuan.
Hasilnya, sebanyak 31 orang terindikasi pendatang baru mengurus dokumen kependukan dari total sebanyak 142 layanan yang diakses. Sedang sisanya, sebanyak 20 orang mengakses layanan konsultasi, KTP rusak 21 orang, rekam KTP 41 orang, pembuatan KK 8 orang dan 21 orang mengurus identitas Kependudukan digital.
Ia menambahkan, nantinya kegiatan ini juga akan digelar di lokasi lain wilayah Jakarta Barat. Rencananya, kegiatan akan digilir per kecamatan lain se Jakbar terutama wilayah yang padat penduduk.
"Kami berharap pendatang baru juga inisiatif melapor ke kelurahan untuk mengurus administrasi kependudukan mereka bila tidak sempat mengakses layanan Binduk yang digelar," ujarnya.
Semantara, Kepala Sektor Dukcapil Kecamatan Cengkareng, Agus Wardjono, menambahkan kegiatan Binduk dilaksanakan sejak pukul 09.00 hingga 14.00, melibatkan sebanyak 15 orang petugas. Kegiatan menyasar permukiman di Kelurahan Kapuk mempertimbangkan kawasan padat dan terindikasi banyak pendatang baru. Hasilnya 31 pendatang baru mengurus dokumen kependukan non permanen.
"Tadi dokumen mereka juga telah rampung dan diserahkan langsung kepada yang bersangkutan," pungkasnya. (Aji)






