Satuan Tugas (Satgas) pemilahan sampah terdiri dari ASN dan PJLP telah dibentuk untuk memasifkan gerakan pilah sampah dari sumber dan menyiapkan sarana dan prasarana secara maksimal di wilayah Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Lurah Kedoya Selatan, Anto mengatakan, Satgas yang dibentuk itu tediri dari 5 unit tim. Masing-masing tim Satgas diberikan tanggung jawab melakukan monitoring, pendampingan dan mengakselarasi gerakan pemilahan sampah di setiap RW.
"Keseluruhannya di wilayah Kedoya Selatan ada 5 RW. Jadi setiap tim Satgas yang beranggotakan 4-5 orang itu bertanggung jawab terhadap 1 RW," kata Anto usai meninjau pelaksanaan lubang biopori dan komposter di Jalan Pilar Baru RT 04 RW 03, Kedoya Selatan, Kamis (11/6).
Anto menjelaskan, para anggota Satgas itu tediri dari gabungan ASN dan PJLP yang ada di tingkat kelurahan. Koordinator masing-masing tim Satgas itu dipimpin oleh Sekretaris Kelurahan (Sekkel) hingga para Kepala Seksi di kelurahan.
Secara teknis, setiap hari mereka akan melakukan monitoring dan berbagai aktifitas pendampingan terhadap warga di setiap RW sesuai penugasan. Aktifitas tim Satgas itu akan dilaporkan secara digital dalam form bytly yang telah disiapkan.
Dikatakan Anto, para anggota Satgas itu akan berkordinasi dan mendorong seluruh kader Dasawisma, PKK, bersama jajaran RT/RW untuk melakukan edukasi serta gerakan memilah sampah kepada warga. Anto berharap pemilihan sampah bisa massif menjadi gerakan di seluruh RW se-Kelurahan Kedoya Selatan.
Tidak hanya mendorong kegiatan bank sampah untuk mengurangi sampah an organik di lingkungan, Anto menambahkan, pihaknya telah membangun sejumlah lubang biopori untuk menampung sampah organik di sejumlah lokasi. Selain itu, Ia juga mendorong masyarakat untuk memiliki wadah komposter cari dari bahan galon air bekas di setiap rumah.
Wadah itu diperuntukkan bagi sampah organik limbah memasak di rumah. Pemilihan wadah komposter cair menggunakan galon air bekas itu, merupakan opsi paling logis di tengah lingkungan permukiman warga Kedoya Selatan yang padat.
"Nanti Kami dari kelurahan kalau dibutuhkan bisa membantu menyiapkan prasarannya berikut tenaga untuk membuat," tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK RW 03 Kelurahan Kedoya Selatan, Leni menjelaskan, dirinya menyambut baik dan mengapresiai inisiasi dari jajaran kelurahan. Selama ini, pihaknya terus berupaya mengedukasi warga dengan melakukan sosialisasi dan menggencarkan gerakan pilah sampah di wilayahnya.
"Alhamdulillah warga sekarang sudah mulai ada yang mengerti dan mulai memilah sampah mereka. Kalau dulu warga mana paham yang sampah organik dan anorganik organik seperti apa," tandasnya. (Izu)






