Lurah Kemanggisan, TB Rafiudin memberikan sosialisasi gerakan pengolahan sampah dari sumbernya pada pengurus RW dan RT di RPTRA Manggis, Kelurahan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (23/4). Sosialisasi terkait pembinaan pemahaman dan edukasi melakukan gerakan pengolahan sampah.
"Kami hadirkan seluruh ketua RW 01 hingga 09, untuk diberikan pemahaman dan edukasi tentang pengolahan sampah dari sumbernya," tuturnya.
Dijelaskan Rafiudin, ada sejumlah cara pengolahan sampah dari sumbernya (rumah tangga). Satu diantaranya, pengolahan sampah menjadi pupuk kompos melalui lubang biopori.
"Kami miliki program Losida (Lobang sisa dapur). Artinya, sampah dapur, terutama sampah kulit buah dan sayuran, bisa diolah menjadi pupuk kompos melalui metode lubang biopori," ujarnya.
Program losida rencananya akan dibuat di permukiman warga, dengan project percontohan di lingkungan RT 002 RW 06 Kemanggisan. Selain itu, pengolahan sampah organik lainnya adalah budidaya magot BSF (Black Soldier Fly). Magot akan memakan limbah sampah organik seperti kulit buah dan sayur. Larva magot yang memiliki protein tinggi bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak dan ikan.
"Pengolahan sampah lainnya yakni pembuatan pupuk kompos melalui komposter, serta mengaktifkan pemilahan sampah pada bank sampah," jelasnya.
Di tempat yang sama, Camat Palmerah, Febriandi Suharto, sangat mengapresiasi dan mendukunga upaya Kelurahan Kemanggisan bersama masyarakat terkait gerakan pengolahan sampah pada sumbernya.
"Diketahui bahwa masalah sampah bukanlah menjadi tanggung jawab pemerintah. Penanganan sampah pada dasarnya adalah kerja bersama yang melibatkan seluruh stakeholder dan elemen masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 002 RW 06 kelurahan Kemanggisan, Yudono menyambut baik gerakan pengolahan sampah pada sumbernya, terutama gerakan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dengan lubang biopori.
"Pada prinsipnya, program itu baik untuk mengurangi sampah dari sumbernya. Namun, kami memerlukan sosialisasi kepada warga terkait gerakan pengolahan sampah tersebut," jelasnya. (why)





