Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat kolaborasi dengan Himpunan Bersatu Teguh (HBT) dan ERHA menggelar bakti sosial (baksos) sunatan massal, di Kantor Wali Kota, Sabtu (27/6).
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Ali Sadikin dan Aula Masjid Assahara menyasar sekitar 500 anak-anak. Sejak pukul 08.00 warga yang anaknya akan dikhitan sudah mulai berdatangan.
Hingga pukul 16.15 WIB peserta yang bisa dikhitan sebanyak 419 anak. Anak-anak yang dikhitan mendapat bingkisan berupa uang, sarung, makan-minum, dan pisang madu Bu Nanik.
Hadir Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah beserta jajaran, pengurus HBT dan ERHA. Atas nama Pemkot Jakarta Barat, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengapresiasi dan penghargaan yang setingginya kepada HBT dan ERHA yang telah menunjukan kepedulian sosial melalui penyelenggaraan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya layanan kesehatan semata, tapi juga merupakan bentuk nyata perhatian kepada anak-anak agar dapat tumbuh sehat dan memperoleh hak atas pelayanan kesehatan yang baik. Ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak menuju terwujudnya Kota Layak Anak,” ujar Iin.
Ia juga mengapresiasi semangat kolaborasi antara dunia usaha, komunitas, tokoh masyarakat, dan pemerintah.
“Sinergi seperti inilah yang terus kita dorong di Jakarta Barat, bahwa membangun masyarakat tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi melalui kerja bersama dan kepedulian bersama,” tandas Iin.
Sementara kepada anak-anak peserta sunatan massal diminta tetap semangat dan jangan takut.
“Kalian adalah anak-anak hebat yang hari ini sedang menjalani langkah menuju tumbuh sehat dan menjadi generasi penerus yang membanggakan. Semoga ini membawa manfaat dan menjadi inspirasi agar kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa yang akan datang,” pungkas Iin.
Sementara itu, Ketua HBT, Andreas Sofiandi, menambahkan pihaknya siap melayani bagi warga yang anaknya belum dikhitan.
“Kalau memungkinkan masih ada anak-anak spontan, Bapak dan Ibu anaknya selesai dikitan, kalau pulang ke rumah masih lagi ada anak-anak yang belum atau ingin dilakukan khitanan, sepanjang waktu masih belum kita tutup,” ujarnya.
“Saya tadi sampaikan kepada teman-teman yang bekerja, bahwa kita mau masih melayani, bukan saja pada saat ini lagi musim libur sekolah. Mudah-mudahan kegiatan ini sangat dapat membantu anak-anak dalam masa libur ini,” katanya. (Aji)






