Pembangunan septic tank bagi warga di wilayah RT 4, 5, 6, dan 7, RW 8, Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, telah rampung pembangunannya.
Program ini merupakan bagian dari upaya Kelurahan Jelambar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi warga yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak.
Lurah Jelambar, Pradista Machdala, menjelaskan pembangunan septic tank menggunakan anggaran DAU (Dana Alokasi Umum) 2025, penentuan lokasi pembangunan septic tank dilakukan berdasarkan usulan dari RT dan RW setempat. Pihak kelurahan kemudian melakukan verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan keluarga yang diusulkan benar-benar membutuhkan dan layak menerima bantuan.
“Ini merupakan usulan dari RT dan RW setempat. Kami dari kelurahan berkoordinasi untuk mendata keluarga yang membutuhkan septic tank secara urgent. Setelah kami cek dan dinyatakan layak, barulah langsung dieksekusi pembangunannya,” ujar Pradista saat meninjau rumah penerima di RT 4 RW 8, Jelambar, Rabu (7/2).
Sebanyak enam kepala keluarga menerima manfaat dari program ini, seluruhnya berada di RW 8 Jelambar merupakan kawasan pemukiman padat penduduk. Rinciannya, satu rumah di RT 4, tiga rumah di RT 5, satu rumah di RT 6, dan satu rumah di RT 7. Setiap septic tank dibangun untuk satu rumah. Adapun spesifikasi septic tank yang dibangun memiliki kedalaman 1,5 meter dan lebar 1,2 meter.
Pradista berharap, dengan adanya program ini, warga yang sebelumnya belum memiliki septic tank dapat terbantu dan kualitas kesehatan lingkungan dapat meningkat.
“Kami harapkan masyarakat bisa menjaga dan merawat septic tank yang sudah dibangun ini dengan baik. Program ini dilakukan secara bertahap, saat ini baru enam rumah. Ke depan, kami akan kembali berkoordinasi dengan RT dan RW jika ada program lanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu warga penerima manfaat, Mimi (58), warga RT 4 RW 8 Jelambar, mengaku telah tinggal di wilayah tersebut sejak kecil. Sebelum memiliki septic tank, dirinya harus buang air besar di WC umum.
“Sekarang saya senang sekali. Dulu kalau mau buang air besar kadang ke WC umum. Sekarang sudah punya septic tank sendiri,” ungkap Mimi dengan wajah sumringah.
Mimi menuturkan bahwa pengajuan bantuan septic tank dilakukan oleh Ketua RT setempat. Di rumah tersebut, ia tinggal bersama dua anak, satu menantu, dan lima cucunya, sehingga keberadaan septic tank sangat membantu seluruh anggota keluarga.
“Terima kasih banyak untuk Pak Lurah dan pemerintah Jakarta Barat. Sekarang saya sudah punya septic tank baru,” tuturnya. (Lam)






