Belasan petugas PPSU Kelurahan Angke dan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat membersihkan tumpukan sampah di lingkungan rumah susun sewa (Rusunawa) Angke RW 11, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jumat (3/4).
Lurah Angke, Firmansyah mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan petugas PPSU dibantu Sudis Lingkungan Hidup Jakbar, untuk mengangkuti tumpukan sampah di area Rusunawa Angke.
Ia menyebut, penumpukan sampah yang terjadi sejak bulan Ramadan hingga pasca Lebaran dikarenakan kendala adanya pembatasan kuota di TPST Bantargebang, Bekasi.
"Ada pembatasan kuota, dari 41 truk sampah Sudis LH Jakbar, informasinya tak bisa semuanya masuk ke TPST Bantargebang. Selain itu, juga ada peristiwa longsor di TPST Bantargebang," katanya.
Selain mengerahkan petugas, lanjut Firmansyah, Sudis Lingkungan Hidup Jakbat mengerahkan 1 unit truk compactor yang digunakan untuk mengangkut dan memadati sampah.
"Alhamdulillah, tumpukan sampah bisa terangkut semua. Volume sampah yang terangkut 8 ton," ujarnya.
Pasca pembersihan tumpukan sampah, Firmansyah telah mengusulkan agar lokasi tersebut dialihfungsikan dengan mencari lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) di luar Rusunawa Angke.
"Saya sudah koordinasi dengan pimpinan, apakah dialihfungsikan (TPS), tapi itu harus ada penggantinya. Ini yang susah," tukasnya.
Sementara itu, Ketua RW 11 Kelurahan Angke, Ilan Sukarlan menuturkan bahwa penumpukan sampah terjadi sejak bulan Ramadan hingga pasca Lebaran. Hal itu disebabkan karena adanya pembatasan kuota di TPST Bantargebang. Dan penyebab lainnya adalah banyak sampah dari luar yang dibuang di TPS RW 11 Angke.
"Sampah dari luar juga dibuang di sini. Kami tak tau, mungkin mereka buang sampah malam hari. Jadi gak ada yang ngawasin. Kami ingin agar pengelola rumah susun proaktif melakukan pengawasan," tuturnya.
Pasca pengangkutan sampah, Ilan Sukarlan meminta kepada pemerintah, terutama pengelola Rusunawa Angke, untuk menyediakan armada pengangkut sampah. Karena armada pengangkutan sampah yang ada belum bisa menuntaskan permasalahan sampah di lingkungan Rusunawa Angke.
"Biasanya, mobil sampah yang dikerahkan, sudah separuhnya terisi dari titik TPS lain. Kami ingin pengelola rusunawa menyediakan khusus armada pengangkut sampah," ujarnya.
Di samping itu, Ketua RW 11 Angke, Ilan Sukarlan mengimbau kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, dan diimbau melakukan pemilahan sampah.
"Sosialisasi pemilahan sampah sudah sering dilakukan. Kemarin, kami sudah rapat dengan Sudis LH agar diminta menggiatkan kembali sosialisasi pemilahan sampah pada sumbernya, termasuk mengaktifkan kembali Bank Sampah," tambahnya. (why)





