Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya) mengusut krisis air bersih di wilayah RW 03 Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarts Barat.
Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza mengungkapkan kondisi yang terjadi sejak akhir Januari 2026 itu imbas galian pekerjaan proyek Flyover (FO) Latumeten.
Namun, setelah perbaikan pipa selesai sekitar 14 hari lalu, masalah masih terjadi di wilayah permukiman RW 03 Jembatan Besi.
"Nah, di wilayah RW 03 ini semacam anomali ya, karena di wilayah lain tidak terjadi, yang airnya nggak keluar. Kalau dari ini lagi ngecek, pertama, kemungkinan ada clogging atau sumbatan," ujar Gatra saat dihubungi wartawan, Rabu (4/3).
Diungkapkan Gatra, tim teknis telah mencari titik sumbatan itu selama seminggu terakhir, namun belum juga ditemukan.
"Ini tuh sebenarnya sudah semingguan kita cari. Karena hanya ke RW 03 sumbatan ini terjadi. Nah, makanya tim teknis kita mencari terus solusinya," jelas Gatra.
Sebagai solusi sementara, sambungnya, PAM Jaya masih terus mengirimkan satu mobil tangki air bersih setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan warga RW 03 Jembatan Besi.
"Kami masih menyediakan mobil tangki sebanyak satu mobil setiap harinya ke lokasi. Walaupun belum ideal ya, kita ngirim mobil tangki," ujarnya.
Sebelumnya, warga di kawasan tersebut kembali mengeluhkan krisis air bersih, Rabu (4/3). Setelah lebih dari satu bulan bermasalah, air dilaporkan sempat mengalir, namun kini air yang keluar justru kotor dan berbau tak sedap.
"Kemarin hari Senin itu sempat nyala, tapi ada warga yang laporan airnya kotor, bau airnya seperti air got," kata Ketua RT 07 RW 03 Jembatan Besi, Dian saat dikonfirmasi pada Rabu (4/3).
Dikatakan Dian, warga cukup kaget karena setelah lama kering, air yang keluar dari pipa PAM Jaya tiba-tiba kotor dan berbau got.
Menurutnya, sejak hari Minggu (1/3), air PAM sempat hidup selama beberapa kali meski hanya keluar menetes. Kemudian, pada Selasa (2/3) air kembali mati total hingga hari ini.
"Kan di sini warga ada yang kran airnya dibuka terus, jadi ketahuan kalau kapan ada air. Kemarin keluar cuma netes-netes, tapi itu, kotor," ungkap Dian. (Aji)





