Ratusan pedagang di Pasar Angke, Jalan Stasiun Angke, RW 04, Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, diminta untuk melakukan pemilahan sampah.
"Tadi, sudah saya sampaikan kepada para pedagang. Karena pembuangan sampah harus dilakukan secara pemilahan. Yang dimana nanti pembuangannya biar tidak semrawut, apalagi sampai menutupi jalan," ujar Camat Tambora, Pangestu Aji Swandhanu pada kegiatan Tambora Tertib Terpadu Aman dan Nyaman (Tampan) di kawasan Pasar Angke, Kelurahan Jembatan Lima, Rabu (6/5).
Menurut Pangestu Aji, para pedagang diwajibkan memilah sampah setiap hari, dengan menyiapkan dua karung/tempat sampah yang telah dipilah. Setelah dipilah dan dikumpulkan, sampah diangkut oleh petugas Sudis Lingkungan Hidup Jakarta Barat.
"Saya sudah beritahukan kepada pengelola pasar untuk sama-sama menetapkan kapan dan jam berapa penangkutan (sampah). Jadi setidaknya tidak tercecer dan tidak menumpuk dan menutupi jalan serta kepentingan lainnya," tukasnya.
Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta telah membuat kebijakan terkait pemilahan sampah dari sumbernya, yakni Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber sebagai upaya memperbaiki pengelolaan sampah di Jakarta.
Kebijakan itu disertai dengan sanksi administrasi bagi warga yang tidak melakukan pemilahan sampah, pengawasan ketat petugas pengangkut, serta kewajiban dalam memilah empat jenis sampah yakni organik, an organik, B3 dan residu.
"Ya, itu sudah jelas. Ini walau pun bukan lahan pemerintah DKI Jakarta, tapi kita lakukan juga karena kita mewujudkan pelayanan masyarakat. Jadi pemilahan sampah nantinya menjadi kebiasaan kita. Ibaratnya, pemahaman dan juga cara berpikir kita untuk memilah sampah organik, anorganik, B3 dan residu," jelasnya.
Sebelumnya, Lurah Jembatan Lima, Musrif Zabidi menerangkan bahwa total pedagang di kawasan Pasar Angke diperkirakan berjumlah 300 pedagang yang menempati Blok A dan F serta pedagang kaki lima di luar pasar.
"Pasar ini dikelola KJK Makindo dengan total sekitar 205 pedagang, kemudian pedagang yang di bagian tengah jalan sekitar 100 pedagang," tukasnya.
Terkait gerakan pemilahan sampah, Musrif Zabidi telah memberikan sosialisasi kepada para RW terkait gerakan pemilahan sampah pada sumbernya.
"Pekan lalu, kami sudah mengundang para ketua RW untuk memberikan gerakan pemilahan sampah rumah tangga. Setelah itu, tugas RW memberikan informasi, edukasi dan pemahaman kepada warga untuk mulai melakukan pemilahan sampah," tambahnya. (why)





