Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat meminta kepada suku dinas pertamanan dan hutan kota untuk melakukan penataan, terutama membenahi tempat pemilahan sampah organik.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, saat mengunjungi tempat pemilahan sampah di Hutan Kota Srengseng, Kecamatan Kembangan, Rabu (15/7).
"Ya, bang. Tadi siang, bu wali kota meninjau lokasi pemilahan sampah di Hutan Kota Srengseng," tutur Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakbar, Dirja Kusuma.
Dalam kunjungan tersebut, lanjut Dirja Kusuma, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah meminta kawasan Hutan Kota Srengseng bisa menjadi percontohan gerakan pemilahan sampah.
"Bisa juga menjadi sarana edukasi buat masyarakat. Tapi, bu wali minta agar lokasi pembuatan komposting dibenahi biar lebih tertata," ujarnya.
Selain itu, Dirja diminta untuk membuat sumur resapan komposting serta melibatkan masyarakat dalam kegiatan kelompok tani hutan (KTH) Hutan Kota Srengseng.
"Arahan bu wali, masyarakat dilibatkan dengan KTH untuk menanam sereh. Nantinya, hasil panennya bisa diolah menjadi minuman segar," tukas Dirja.
Ia menambahkan, Hutan Kota Srengseng merupakan salah satu kawasan destinasi ruang terbuka hijau di wilayah DKI Jakarta. Selain menawarkan oase sejuk dengan ribuan pohon, tempat ini juga menjadi lokasi favorit warga untuk santai dan wisata edukasi keluarga.
"Informasinya, Wakil Gubernur DKI Jakarta akan ke sini untuk melihat destinasi apa yang bisa diterapkan di Hutan Kota Srengseng. Karena di sini ada Amphitheater, yakni panggung terbuka untuk pertunjukkan seni dan budaya masyarakat Betawi," tambahnya.
Hadir dalam kunjungan Wali Kota Jakbar ke Hutan Kota Srengseng, yakni Camat Kembangan, M Fahmi Karsawijaya, Lurah Srengseng, Tariswan, dan Ketua RW 06 Srengseng, Rojak, PJLP Sudis Tamhut Jakbar. (why)





