Sebanyak 70 personel gabungan Kecamatan Tambora melakukan Operasi Bina Tertib Praja di sepanjang ruas Jalan Moh. Mansyur, Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (25/6).
Operasi menargetkan penjangkauan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PPKS) serta penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mengokupasi jalan tersebut.
Kepala Satpol PP Kecamatan Tambora, Deni Hadi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan ketentraman dan ketertiban umum serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas publik sesuai aturan.
Pada operasi bina tertib praja melibatkan 70 personel gabungan yang meliputi unsur Satpol PP, Sudis Sosial dan TNI-Polri. Mereka melakukan operasi dengan sasaran penjangkauan PPKS di sekitar kantor Kecamatan Tambora dan penertiban PKL di ruas Jalan KH Moh Mansyur.
"Kami bagi dua tim. Tim pertama bergerak untuk menjaring PPKS yang kerap beraktivitas di area publik, sementara tim kedua menyisir bahu jalan guna menertibkan lapak-lapak PKL yang melanggar aturan," ujarnya.
Dalam operasi tersebut, lanjut Deni Hadi, petugas berhasil menjaring 7 PPKS, yang umumnya berprofesi sebagai pengamen dan 'Pak Ogah'. Seluruh PPKS yang diamankankan langsung dibawa ke Panti Sosial Kedoya, untuk didata dan mendapatkan pembinaan lebih lanjut.
Selain PPKS, sambung Deni, petugas juga menertibkan dua gerobak PKL yang ditinggalkan pemiliknya di tempat fasilitas umum.
"Keberadaan gerobak tak bertuan itu dinilai menganggu estetika lingkungan dan kenyamanan pengguna jalan. Kami angkut dua gerobak ke markas Satpol PP di kecamatan," tukasnya.
Melalui kegiatan ini, Deni Hadi berharap masyarakat, khususnya pelaku usaha memiliki kesadaran yang lebih tinggi untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum, kebersihan serta keindahan kota.
"Penataan kota merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran diri sendiri dan dilakukan tanpa menunda-nunda demi kenyamanan seluruh warga ibu kota," pungkasnya. (why)





