Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat, Imron Sjahrin, saat sidang kelompok bidang perekonomian, di Ruang Wijaya Kusuma, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (7/4).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat, Imron Sjahrin, mengatakan untuk rencana kerja tahun 2027 harus menjawab tantangan nyata masyarakat, mulai dari ketahanan pangan hingga penciptaan lapangan kerja baru. Imron berharap seluruh unit kerja untuk memastikan aspirasi warga, baik dari Musrenbang maupun forum anak, terakomodasi dalam rencana pembangunan ini.
βKita ingin menggambarkan bahwa tempat-tempat wisata dan kesehatan di Jakarta Barat dikelola secara profesional dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Ini adalah tugas kita untuk mewujudkannya di masa depan," katanya.
Sementara itu, salah satu narasumber, Nova Ruswanto mengungkapkan bahwa Jakarta Barat memiliki potensi luar biasa untuk menghasilkan pangan mandiri tanpa bergantung pada pasokan luar daerah. Salah satu terobosan yang dibahas adalah optimalisasi lahan terbatas melalui indor farming dan hidroponik.
"Kita bisa memanfaatkan rooftop, gedung atau lahan tidak produktif menjadi sumber pangan segar. Selain lebih sehat karena bebas pestisida, ini juga memangkas biaya rumah tangga warga, nantinya hasil pertanian perkotaan ini diproyeksikan mampu menyuplai kebutuhan hotel dan restoran besar di wilayah Jakarta Barat secara berkelanjutan," jelasnya.
Narasumber lainnya, Mahdayani, menjelaskan, dirinya menyoroti kekayaan seperti Pecinan Glodok dan Kota Tua dapat diintegrasikan dengan tren gaya hidup sehat. Ke depan wisatawan tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga menikmati pengalaman meditasi tradisional, kuliner sehat, hingga aktivitas kebugaran di taman-taman kota.
"Prinsipnya adalah pariwisata berkelanjutan yang berbasis masyarakat, sehingga warga lokal terlibat langsung sebagai pelaku usaha dan tenaga kerja," jelas Mahdayani. (Tgh)





