Sidang kelompok Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Jakarta Barat 2026 bidang pemerintahan yang melibatkan unsur kecamatan dan kelurahan memprioritas kebutuhan masyarakat.
Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Subanpeda) Kota Jakarta Barat, Agus Sanyoto mengatakan, pada sidang kelompok bidang pemerintahan memiliki dua substansi utama. Pertama, mendorong usulan-usulan yang telah dihimpun pada fase sebelumnya, mulai dari forum kelurahan hingga forum kecamatan. Kedua, membahas prioritas anggaran kecamatan dan kelurahan sebagai bagian dari rencana kerja (Renja) tahun 2027.
“Usulan yang masuk merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari penjaringan aspirasi masyarakat hingga forum kecamatan. Dalam sidang ini, kita dorong mana yang bisa diakomodir dan mana yang masih memerlukan pembahasan lanjutan di tingkat bidang,” ujarnya pada pembahasan sidang kelompok Musrenbang kota Jakbar 2026 di ruang pola Kantor Wali Kota Jakbar, Senin (6/4).
Lebih lanjut, Agus menjelaskan, hasil sidang kelompok ini akan kembali dielaborasi dan ditajamkan sebelum masuk ke tahap rancangan. Pada tahap tersebut, setiap kecamatan dan kelurahan akan memprioritaskan kembali usulan sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan fiskal daerah.
“Tantangan kita saat ini adalah keterbatasan kapasitas fiskal. Oleh karena itu, penajaman prioritas menjadi kunci agar program yang dijalankan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Agus menambahkan, usulan program bidang pemerintahan untuk diselaraskan dengan enam program unggulan yang telah ditetapkan Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, yaitu pengendalian banjir, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, serta pembinaan kemudahan investasi.
Sementara itu, Camat Kebon Jeruk, Agus Mulyadi menuturkan, untuk wilayah Kebon Jeruk akan memprioritaskan penanganan kemacetan, genangan air, dan pengelolaan sampah. Untuk kemacetan di kawasan Pasar Kembang Rawa Belong dan penyempitan Jalan Arjuna Selatan Kebon Jeruk.
Di sektor lingkungan, genangan air masih terjadi di sejumlah wilayah saat hujan lebat maupun akibat kiriman air dari sungai. Permasalahan sampah juga menjadi tantangan, khususnya di lokasi penampungan sementara (LPS) Villa Kelapa Dua yang mengalami kelebihan kapasitas, terutama pasca Lebaran.
"Kami telah melakukan berbagai upaya seperti pengaturan lalu lintas, kerja bakti massal, hingga pengurasan saluran air. Namun demikian, diperlukan dukungan lintas sektor untuk solusi yang lebih optimal," tandasnya.
Untuk program 2027, pihaknya mengusulkan sejumlah program prioritas, antara lain pembangunan sheetpile di RW 05 Kelurahan Kedoya Selatan guna mengantisipasi luapan Kali Pesanggrahan, peningkatan jembatan di Kelurahan Sukabumi Selatan, serta pembangunan trotoar di Jalan Kedoya Raya.
Diketahui, hasil Musrenbang Kecamatan Kebon Jeruk, tercatat sebanyak 315 usulan, dengan 303 di antaranya telah diakomodir dan 12 usulan belum dapat direalisasikan. Usulan tersebut terdiri dari 302 kegiatan fisik dan 13 non fisik, yang melibatkan tujuh suku dinas terkait. (Wan)






