Warga RW 08 Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, gencar melaksanakan gerakan memilah sampah dari rumah. Hasilnya, sekitar 80 persen warga dari 320 rumah yang tersebar di 9 lingkungan RT, telah terlibat dalam pemilahan sampah.
Lurah Tanah Sereal, Tubagus Masrul Iman mengatakan bahwa gerakan pemilahan sampah di lingkungan RW 08 Tanah Sereal, berjalan dengan baik. Warga secara rutin dan masif memilah sampah organik, an organik dan residu.
Ia berharap, apa yang telah dilakukan warga RW 08, bisa memotivasi pada RW lainnya di wilayah Kelurahan Tanah Sereal, untuk bersama-sama melakukan gerakan pemilahan sampah.
"Hasil akhirnya Kami berharap gerakan ini bisa berkontribusi mengatasi persoalan sampah di Jakarta sehingga nantinya hanya membuang residu saja ke TPST Bantar Gebang," tukasnya saat dikonfirmasi, Rabu (1/7).
Sementara itu, Ketua RW 08 Kelurahan Tanah Sereal, Amir Hamzah Lubis mengatakan, warganya telah melakukan gerakan memilah sampah sejak Maret 2026 lalu. Gerakan itu semakin massif setelah adanya Instruksi Gubernur DKI Jakarta nomor 5 tahun 2026.
"Kami telah mendata rumah yang ada di wilayah RW 08 Tanah Sereal, berjumlah 320 rumah. Dari jumlah itu, sekitar 85 persen telah terlibat memilah sampah," katanya.
Dijelaskan Amir, upaya memilah sampah bisa mencapai 85 persen rumah warga tidak lepas dari upaya sosialisasi dan edukasi yang gencar dilaksanakan bersama jajaran kelurahan dan kecamatan.
"Di sini peran aktif pihak kelurahan dan kecamatan sangat mendukung, sekaligus melakukan pendampingan serta dukungan infrastruktur," ujarnya.
Amir melanjutkan, gerakan pengelolaan sampah di wilayah RW 08 Kelurahan Tanah Sereal selama ini memang masih terkendala kepadatan dan lokasi pembuangan. Karena itu, sebagai opsi pihaknya menyediakan kantong sampah pilah bagi warga.
Seluruh sampah yang dihimpun itu juga telah dilakukan pemilahan. Dipaparkannya, sampah an organik warga seperti botol plastik disalurkan melalui bank sampah dan sampah organik diolah menjadi kompos serta eco enzym.
Selain itu, Amir mengaku telah membuat tiga unit lubang biopori untuk menampung sampah organik sisa masak warga. Kemudian, pihak kelurahan juga tengah membuat empat lubang simpanan sampah di bantaran Kali Cagak.
Diharapkannya, gerakan memilah sampah dari rumah ini semakin massif sehingga seluruh warga RW 08 Tanah Sereal bisa terlibat. Dengan begitu, persoalan sampah di wilayah Kelurahan Tanah Sereal, khususnya RW 08 Tanah Sereal, bisa teratasi.
"Target Kami seluruh warga di RW 08 Tanah Sereal memilah dari rumah dan bisa mendukung program Gubernur agar Jakarta zero waste," tambahnya. (Why)






