Sebanyak 25 mahasiswa Program Profesi Kepamongprajaan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) resmi memulai praktikum lapangan selama 10 hari di wilayah Kota Jakarta Barat. Mewakili Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, Kepala Bagian Pemerintahan, Rano Rahmad Effendi, menyerahkan para mahasiswa ke lima kecamatan lokasi praktikum, yakni Kecamatan Kebon Jeruk, Grogol Petamburan, Palmerah, Tambora, dan Taman Sari. Rano meminta para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan mempelajari secara langsung dinamika pemerintahan di Jakarta Barat. "Selama 10 hari ini, silakan ikuti dan pelajari dinamika di lapangan. Ambil hal-hal baik yang bisa diterapkan di daerah asal demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya saat prosesi serah terima mahasiswa usai apel rutin pagi di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (6/7).Di Kecamatan Tambora, para mahasiswa akan mengikuti berbagai kegiatan pelayanan publik, termasuk program jemput bola ke kelurahan.
Camat Tambora, Pangestu Aji, mengaku kesiapannya untuk berkolaborasi dengan para mahasiswa profesi IPDN melalui agenda pelayanan publik, termasuk program jemput bola langsung ke kelurahan-kelurahan setiap harinya.
"Kami tidak menutup kemungkinan untuk saling bertukar ilmu. Kami juga ingin menyerap pengalaman dari teman-teman profesi IPDN ini untuk bisa kami terapkan dalam menyempurnakan pelayanan di Kecamatan Tambora," tutur Pangestu.
Sementara itu, Sekretaris Program Studi Kepamongprajaan IPDN, Ika Sartika, mengatakan Jakarta Barat dipilih sebagai lokasi praktikum karena dinilai memiliki tata kelola pemerintahan yang baik dan dapat menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa."Ada 5 tema pokok atau mata kuliah mendalam yang akan digali oleh para mahasiswa selama praktikum, meliputi, kKoordinasi dan pembinaan ketentraman serta ketertiban umum (Trantibum). Kedua, fasilitasi pelayanan dan manajemen pemerintahan di lingkup kecamatan. Ketiga, pPembinaan dan pengawasan jalannya pemerintahan (konteks kelurahan). Kempat, koordinasi antarinstansi pemerintahan. dan kelima, sSinergi dengan unsur kelembagaan sosial serta masyarakat," urainya.
Di sisi lain, seorang mahasiswa IPDN, Umri, yang bertugas sebagai Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Purwakarta, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut."Kami langsung diterima dengan baik dan dilibatkan dalam berbagai agenda pemerintahan. Semoga dalam waktu yang singkat ini kami dapat menyerap pengalaman terkait manajemen wilayah, penataan lingkungan, hingga digitalisasi pelayanan untuk diterapkan di daerah masing-masing," pungkasnya.Praktikum lapangan dijadwalkan berlangsung hingga 17 Juli 2026 dan ditutup dengan penjemputan resmi oleh pihak Rektorat Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). (Yan)





