Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengajak masyarakat untuk berbenah lingkungan dengan membersihkan sampah dan sedimen lumpur yang menyumbat saluran air.
"Harusnya kesadaran warga perlu didukung. Kenapa? karena banyak saluran yang harusnya lebar, ini sebagian tertutup bangunan. Kita akan coba melakukan normalisasi, tentunya tahap awal kita lakukan pengerukan lumpur," ujarnya saat meninjau pengerukan sedimen lumpur saluran di sepanjang Jalan Kapuk Raya RW 03 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Minggu (12/7).
Menurut Iin, Pemkot Jakarta Barat bersama masyarakat akan melakukan kegiatan gerebek lumpur pada saluran air di wilayah Jakbar. Rencananya kick off gerebek saluran secara serentak di wilayah Jakarta Barat, berlangsung pada 19 Juli 2026.
"Kita coba melakukan pengerukan pada saluran air yang lebih luas atau di pinggir jalan, kemudian masuk ke permukiman warga. Kita ajak warga melakukan gerebek lumpur secara rutin. Kita mulai kick off gerebek lumpur pada 19 Juli," jelasnya.
Dalam kegiatan itu, lanjut Iin Mutmainnah, pemerintah bersama masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan sedimen lumpur saluran, terutama saluran air yang mengalami pendangkalan dan penuh sampah.
Selain itu, ia meminta kerjasama dan kesadaran masyarakat untuk membuka material bangunan yang menutupi saluran air.
"Seharusnya punya tanggung jawab ke sana, karena bukan bagian haknya mereka. Bukan tanah mereka. Ini yang harus kita buka pengertiannya bahwa itu harus dibuka, kalau ditutup, petugas sulit membersihkan, ketika lumpur yang tebal dan sampah yang tidak diambil dengan mudah maka akan menghambat saluran air dan artinya akan menjadi luapan ketika musim hujan," ujarnya.
Oleh karena itu, Iin mengajak semua pihak, termasuk RT RW, LMK, dan elemen masyarakat untuk bersama-sama membersihkan lingkungan dengan melakukan kerja bakti bersama.
"Kita selesaikan persoalan sedimen lumpur dan sampah saluran, termasuk material salurannya," tambahnya.
Di tempat yang sama Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Mustajab mengatakan, pihaknya akan melakukan normalisasi saluran di wilayah Kelurahan Kapuk secara bertahap.
"Yang jelas minggu kemarin sudah melakukan pembersihan awal. Jadi program ke depan akan kita rehab total saluran air di sepanjang Jalan Kapuk Raya hingga Cengkareng Drain, bahkan sampai metro perencanaan kita," ujarnya.
Sebagai tahap awal, lanjut Mustajab, pihaknya bersama aparatur kecamatan dan kelurahan serta masyarakat akan melakukan kerja bakti membersihkan sedimen lumpur pada saluran air.
Terkait banyak material bangunan yang menutupi saluran, Mustajab menuturkan pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kondisi saluran air, termasuk nantinya membongkarnya.
"Karena saluran air dari depan kantor kelurahan Kapuk hingga Cengkareng Drain, masih banyak gelagar-gelagar baja yang menutupi saluran. Itulah yang mengambat aliran, terutama sampah," ujarnya.
Sebagai solusi, lanjut Mustajab, gelagar baja itu harus dibongkar sehingga bisa membersihkan sumbatan-sumbatan pada saluran air. (why)





