Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menghadiri kegiatan Pindapata massal yang berlangsung di Wihara Metta, Jalan Palmerah Utara IV, RT 005 RW 07, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (14/6).
Kegiatan yang diikuti sekira 200 umat Buddha digelar dalam rangka memperingati Tri Suci Waisak 2570 BE/2026.
"Atas nama Pemkot Jakarta Barat, izinkan saya mengucapkan selamat hari raya Tri Suci Waisak kepada umat Buddha. Semoga perayaan hari raya Waisak senantiasa membawa kedamaian, kebahagiaan, kesehatan dan keberkahan bagi seluruh umat Buddha, serta menjadi momentum untuk memperkuat kualitas kehidupan spiritual dan sosial bagi semua makhluk semesta," tutur Iin dalam sambutannya.
Dijelaskannya, hari raya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026, menjadi momen penting bagi umat Buddha. Di mana, ada tiga peristiwa agung dalam perjalanan sang Buddha Gautama yakni kelahiran Sang Bodhisattva atau Pangeran Siddharta, pencapaian penerangan sempurna dan Parinibbana atau wafatnya Sang Buddha.
"Ketiga peristiwa suci itu mengandung pesan universal yang melampaui ruang dan waktu, yakni pentingnya kebijaksanaan, kasih sayang, kesederhanaan, pengendalian diri dan pengabdian untuk kebaikan semua makhluk," ujar Iin Mutmainnah.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Jakarta Barat menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus dan panitia yang menyelenggarakan Pindapata Massal secara baik.
"Terimakasih saya ucapkan kepada Wihara Metta Palmerah, yang telah memberikan psan baik pada hari ini. Semoga kebersamaan kita ini terus terjalin dan memberikan semangat yang sama untuk masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wihara Metta Palmerah, Chandra Rustandi menjelaskan, pihaknya melaksanakan Pindapata Massal yang telah menjadi tradisi bagi umat Buddha di Jakarta Barat.
"Pindapata merupakan suatu tradisi sakral berupa pemberian dana kepada para biksu dalam bentuk makanan dan kebutuhan pokok lainnya dari umat dan masyarakat," ujarnya.
Ia menyampaikan, perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026, umat Buddha melakukan perbuatan baik.
"Kami (umat Buddha) juga menganggap seluruh masyarakat berdana untuk berbuat baik. Mari kita lakukan Pindapata," ujarnya.
Diketahui, para Bikhhu atau Biksu, Samanera,dan Atthasilani melakukan Pindapata dengan berjalan kaki tanpa alas kaki dari depan minimarket Indomaret, Jalan Palmerah Barat menuju Wihara Metta, sejauh kurang lebih 600 meter.
Sambil membawa gentong perak, mereka menerima dana Pindapata yakni sedekah dari para umat Buddha atau masyarakat berupa makanan, minuman dan kebutuhan lainnya.
"Dana Pindapata yang terkumpul nantinya akan dikembalikan dalam kegiatan bakti sosial," tambahnya. (why)






