Kemeriahan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta mewarnai aksi sosial khitanan massal gratis hari kedua yang diinisiasi Pemkot Jakarta Barat bersama PAM Jaya dan TP PKK Kota Jakarta Barat yang berlangsung di Ruang Ali Sadikin Kantor Wali Kota, Rabu (30/6).
Diketahui, kegiatan yang diikuti 550 anak ini memanfaatkan momen libur sekolah menjelang tahun ajaran baru, acara ini tidak hanya melahirkan cerita tentang pelayanan medis gratis, tetapi juga potret keberanian anak-anak ibu kota serta senyum lega para orang tua.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Muhammad Sabilar Rosyad (13), siswa kelas V SDN 08 Pulogebang, Jakarta Timur. Berbeda dengan kebanyakan anak seusianya, Sabilar justru mendaftarkan diri atas keinginannya sendiri karena memahami pentingnya menjaga kesehatan sekaligus menjalankan sunnah Rasul."Sama sekali enggak nangis. Kuncinya cuma satu, pede (percaya diri). Pas di dalam ternyata enggak terlalu sakit. Sunat itu sehat secara medis dan juga sunnah Rasul yang membawa berkah," ujar Sabilar usai menjalani proses khitan.Keberanian Sabilar menjadi penyemangat bagi teman sebayanya. Dengan penuh semangat, Sabilar juga mengajak teman-teman seusianya agar tidak takut menjalani khitan."Ayo yang belum sunat, sunatlah! Enggak usah takut," pesannya.Di sisi lain, Nur Aini (48), warga RT 06 RW 07, Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia mendampingi putranya, Aida Syam Al-Ghifari (11), yang juga duduk di bangku kelas 5 SD.
Nur Aini mengaku putranya sempat menangis karena takut sebelum memasuki ruang tindakan. Namun, berkat keramahan dan profesionalisme tenaga medis, proses khitan berlangsung lancar sehingga sang anak merasa lebih tenang.Menurutnya, informasi mengenai program khitanan massal yang diperoleh melalui grup WhatsApp menjadi kabar baik bagi keluarganya, terlebih di tengah biaya khitan yang cukup tinggi."Kegiatan ini sangat membantu meringankan beban kami. Momennya juga tepat karena bertepatan dengan libur sekolah, sehingga anak-anak punya waktu untuk pemulihan sebelum kembali belajar," ungkap Nur Aini.Tak hanya mendapatkan layanan khitan gratis, para peserta juga menerima berbagai bingkisan berupa makanan ringan, goodie bag, buku, krayon, buku gambar, sertifikat, dan hadiah lainnya yang semakin menambah kebahagiaan mereka.Nur Aini mewakili suara para orang tua berharap agar program mulia seperti khitanan massal ini dapat terus diagendakan secara rutin dan berkala. Kehadiran negara dan instansi pemerintah dan BUMD terkait di tengah kesulitan masyarakat adalah kado terindah yang sesungguhnya bagi warga Jakarta yang membutuhkan.Melalui kegiatan sosial ini, masyarakat berharap sinergi antara PAM Jaya, TP PKK Kota Jakarta Barat, dan Pemerintah Kota Jakarta Barat dapat terus berlanjut melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan warga. (Hfz)






