Tumpukan sampah yang telah dibersihkan petugas PPSU Kelurahan Angke dan Sudis Lingkungan Hidup di Rusun Angke, RW 11 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, didominasi sampah konveksi dan sisanya warga sekitar.
Camat Tambora, Aji Pangestu menuturkan bahwa sampah yang berada di kawasan itu, 70 persen merupakan sampah residu atau sampah industri dari konveksi dan sejenisnya. Sementara, 30 persen lainnya sampah yang dihasilkan dari rumah tangga.
"Dan saya juga sampaikan, 30 persen itu kalau emang benar-benar sampah rumah tangga, kami kan mudah diangkut," ungkapnya.
Lebih lanjut, Pangestu Aji menyampaikan, masih banyak pelaku industri kecil seperti konveksi yang membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut. Padahal, sudah ada larangan untuk membuat sampah di kawasan tersebut.
Pihaknya telah berupaya agar tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan, terutama sampah industri. Hanya saja, para pelaku industri konveksi masih nekat membuang sampah sehingga terjadi penumpukan sampah.
Dirinya juga tak menampik jika kawasan tersebut minim instalasi pengolahan air limbah (Ipal).
"Sesuai dengan tempat usaha itu kan sebetulnya ada Ipal-nya, nah, Ipalnya itu kan apalagi di Tambora, Ipalnya ngga ada semua rata-rata," ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut masalah sampah di RW 11 Kelurahan Angke, lanjut Pangestu Aji, pihaknya bekerjasama dengan Sudis Lingkungan Hidup Jakbar, memiliki program pemilahan sampah di lingkungan. Sosialisasi terkait itu sudah dilakukan di lingkungan Rusunawa Angke.
Meski begitu, Pangestu Aji menyebut masih banyak masyarakat yang belum optimal dalam pemilahan sampah rumah tangga.
"Karena mereka (masyarakat) aja memilah sampah dari rumahnya aja, dari dapurnya belum optimal ya," tutur Pangestu.
Sebelumnya diberitakan, petugas PPSU Angke dan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat membersihkan tumpukan sampah di lingkungan rumah susun sewa (Rusunawa) Angke RW 11, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jumat (3/4). (why)





